Pembeli Wajib Tahu, 5 Produk Supermarket Ini Rentan Terkontaminasi
Jakarta, Nawacita | Ahli keamanan pangan mengungkap beberapa makanan supermarket yang sebaiknya dihindari karena berisiko terkontaminasi bakteri dan memicu keracunan. Belanja makanan di supermarket memang praktis, tetapi tak semuanya aman dikonsumsi. Beberapa produk disebut berisiko memicu keracunan makanan bila salah penanganan.
Profesor kesehatan masyarakat dari New Mexico State University, Jagdish Khubchandani, menyoroti tingginya kasus penyakit akibat makanan. Ia menyebut jutaan orang mengalaminya tiap tahun.
Ahli keamanan pangan juga mengingatkan pentingnya memilih produk dengan cermat. Mereka membagikan daftar makanan supermarket yang sebaiknya dihindari konsumen.
Dikutip dari Huffpost.com, berikut 5 makanan tersebut:
1. Selada Kemasan
Selada kemasan siap makan disebut punya risiko kontaminasi yang cukup tinggi. Produk ini beberapa kali dikaitkan dengan kasus bakteri E. coli dan listeria.
Ahli pangan Darin Detwiler menilai asal-usul selada kemasan sering sulit dilacak. “Ada toko yang mengemas sendiri selada tanpa tahu sumber dan jumlahnya,” ujarnya.
Ia menyarankan membeli selada utuh lalu mencucinya sendiri di rumah. “Jangan mengutamakan kepraktisan dibanding keamanan makanan,” katanya.
Baca Juga: Hati-hati! 7 Jenis Kemasan Makanan Ini Berpotensi Picu Kanker
2. Blewah
Blewah disebut jadi salah satu buah yang rentan memicu keracunan makanan. Pada 2011, buah ini dikaitkan dengan wabah listeria mematikan di Amerika Serikat.
Darin Detwiler menjelaskan kulit blewah sulit dibersihkan dari bakteri. “Saat dipotong, bakteri dari kulit bisa masuk ke bagian dalam buah,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan blewah potong sebaiknya tidak disimpan terlalu lama. “Semakin lama disimpan, bakteri bisa tumbuh makin cepat,” katanya.
3. Buah Potong Kemasan
Buah potong kemasan di supermarket memang praktis untuk dikonsumsi. Namun, ahli keamanan pangan mengingatkan produk ini belum tentu aman dibeli.
Darin Detwiler mengatakan proses pemotongan buah bisa memicu kontaminasi silang. “Kadang pekerja tak cuci tangan setelah bersihkan lantai lalu memotong buah,” ujarnya.
Ahli lain, Khubchandani, juga mengingatkan buah potong sulit dicek kualitasnya. “Kita baru tahu buah busuk atau fermentasi setelah kemasannya dibuka,” katanya.
Baca Juga: Wadah Stainless Steel vs Kaca, Mana yang Lebih Aman untuk Simpan Makanan?
4. Makanan Matang Siap Santap
Makanan siap santap di area grab-and-go supermarket banyak dipilih karena praktis. Sayangnya, makanan ini disebut punya risiko tinggi terpapar bakteri berbahaya.
Darin Detwiler menjelaskan makanan panas dan dingin sering disimpan di suhu berbahaya. “Bakteri bisa tumbuh cepat saat makanan berada di suhu yang tidak aman,” ujarnya.
Ia juga menyoroti risiko kontaminasi dari tangan kotor saat proses penyiapan. “Konsep makanan praktis ini memang nyaman, tapi risiko keamanan pangannya ikut meningkat,” katanya.
5. Produk Deli
Produk deli counter di supermarket juga disebut berisiko untuk dibeli. Ahli keamanan pangan menilai pengelolaannya sering kurang memperhatikan standar kebersihan.
Darin Detwiler mengatakan pegawai deli sering tak paham soal keamanan pangan. “Mereka kadang tak tahu asal produk atau sudah berapa lama disimpan,” ujarnya.
Khubchandani juga menambahkan suhu penyimpanan dan kebersihan pekerja juga jadi masalah. “Kasus pelanggaran keamanan pangan di deli counter cukup sering terjadi,” katanya.
Deli merupakan berbagai jenis makanan siap saji atau olahan premium yang berkualitas tinggi, sering kali dijual dalam bentuk irisan atau porsi siap santap. Produk ini mencakup daging olahan, keju, roti, sandwich, salad, dan makanan impor/asing. dtk

