Pimpin Apel Perdana, Shodiqin Resmi Nahkodai Kemendukbangga/BKKBN Jatim Menuju Target Nasional
Surabaya, Nawacita.co – Mengawali masa tugasnya, Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Jawa Timur yang baru, Shodiqin, SH., MM., memimpin apel perdana pada Senin, (11/05/2026).
Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan pentingnya sinergi, inovasi, dan integritas untuk membawa Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur untuk mencapai target nasional.
Pasca dilantik oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN), Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd., pada Rabu sebelumnya, Shodiqin berkomitmen untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis oleh pendahulunya, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim, Dra. Maria Ernawati, M.M., dan Plt. Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim, Sukamto, SE., M.Si.
“Kami memohon dukungan, penerimaan, dan kerja sama dari seluruh pegawai. Dengan kolaborasi yang solid, insyaAllah Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim dapat konsisten merealisasikan target-target nasional,” ujar Shodiqin di hadapan para pegawai.
Baca Juga: BKKBN Jatim dan Ombudsman Perkuat Standar Pelayanan Publik yang Transparan dan Responsif
Selaras dengan visi pemerintah, Shodiqin menegaskan bahwa Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim akan mengawal ketat program prioritas nasional yang tertuang dalam Asta Cita, khususnya Asta Cita ke-4 yang fokus pada pembangunan SDM yang unggul dan berkualitas, dan Asta Cita ke-6 yaitu pengentasan kemiskinan melalui pembangunan dari desa.
Secara spesifik, ia akan mengoptimalkan program Sasaran 3B (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD) serta gerakan Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Fokus utama adalah intervensi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) guna mencegah munculnya kasus stunting baru di wilayah Jawa Timur.
Menyikapi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, Shodiqin mendorong adanya optimalisasi aset kantor dan inovasi kreatif dari seluruh tim. Berbekal pengalaman sebelumnya dalam memimpin Kemendukbangga/BKKBN di DIY dan Sulawesi Selatan, beliau yakin budaya kerja gotong royong di Jawa Timur akan mempermudah pencapaian inovasi tersebut.
Terkait tata kelola internal, Shodiqin berkomitmen akan melakukan konsolidasi untuk meningkatkan kedisiplinan ASN. Ia menekankan bahwa prestasi Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur yang telah meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) harus dijaga dengan perilaku kerja yang jujur dan akuntabel.
“Kedisiplinan, kehadiran, dan kinerja di jam kerja adalah faktor utama keberhasilan program. Kita harus memastikan predikat WBBM yang telah diraih benar-benar terwujud dalam pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Deni

