40 Lokasi Diusulkan, Tapi Skema Besar Masih Mengambang
Surabaya, Nawacita.co – Pemerintah pusat mulai mendorong pembangunan kampung nelayan sebagai bagian dari program prioritas nasional. Namun, di balik ambisi besar itu, sejumlah detail krusial masih belum benar-benar matang.
Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan Ashaf, menyebut pembahasan dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mencakup pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih hingga konsep tanggul laut di pesisir utara Jawa.
“Ini bagian dari program prioritas presiden, termasuk pembangunan kawasan pesisir yang tangguh,” ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Jumat (24/4/2026).
Di Jawa Timur, intervensi proyek disebut sudah berjalan di sejumlah titik seperti Gresik dan Malang Selatan. Namun, ketika ditanya soal jumlah pasti dan skala anggaran, jawabannya masih normatif—“macam-macam”.
Baca Juga: Kloter Pertama Haji Berangkat dari Surabaya, Khofifah Ingatkan Cuaca Ekstrem di Tanah Suci
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim, Muhammad Isa Anshori, menjelaskan kampung nelayan dirancang sebagai ekosistem terintegrasi mulai dari pelabuhan, cold storage, hingga kios dan pabrik es dalam satu kawasan.
Empat lokasi telah dibangun pada 2025 di Tuban, Sumenep, Malang Selatan, dan Pasuruan. Untuk 2026, Pemprov Jatim mengusulkan 40 lokasi baru, meski masih menunggu verifikasi pusat.
“Ini bukan sekadar bangunan, tapi layanan terpadu untuk nelayan agar lebih produktif,” ujarnya.
Anshori mengungkapkan, setiap kampung nelayan diperkirakan menelan anggaran Rp20–25 miliar, bergantung kondisi lapangan. Program ini sepenuhnya didanai pemerintah pusat dan menjadi bagian dari agenda nasional.
Konsep tanggul laut pun belum sepenuhnya konkret. Pemerintah masih dalam tahap kajian dan asesmen, dengan rencana pembangunan berjarak 4–6 kilometer dari bibir pantai.
Reporter: Alus

