Tuesday, April 14, 2026

Emil Akui Celah Sistem, OTT Jadi Cermin Lemahnya Pengawasan

Emil Akui Celah Sistem, OTT Jadi Cermin Lemahnya Pengawasan

SURABAYA, Nawacita – Rentetan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat kepala daerah di Jawa Timur kembali menyoroti efektivitas sistem pengawasan pemerintahan. Di tengah sorotan publik, Pemerintah Provinsi Jatim mengakui bahwa perbaikan tata kelola masih menjadi pekerjaan berkelanjutan.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa berbagai instrumen pengawasan sebenarnya telah diterapkan, mulai dari sistem kontrol, monitoring, hingga pencegahan yang merujuk pada pedoman Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Sistem sudah ada, baik di pengadaan, meritokrasi jabatan, perencanaan anggaran, hingga penatausahaan aset. Semua sudah ada panduannya,” ujarnya usai Musrenbang RKPD, Selasa (14/4/2026).

Namun, Emil mengakui bahwa praktik di lapangan tidak selalu sejalan dengan sistem yang dibangun. Ia menyebut celah kerap muncul dari dinamika dan modus baru yang terus berkembang.

Baca Juga: Emil Soroti Efektivitas WFH di Jatim Evaluasi, Penghematan BBM Jadi Sorotan

“Dalamnya hati siapa yang tahu. Begitu ada modus baru, kita harus cepat menyikapi dan membenahi,” katanya.

Pemprov Jatim, lanjut Emil, akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk KPK, guna meningkatkan aspek pencegahan dan supervisi.

Meski mengklaim telah “memaksimalkan” sistem yang ada, ia mengakui upaya tersebut belum sepenuhnya mampu menutup celah penyimpangan.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa persoalan korupsi di daerah bukan semata soal ketiadaan sistem, melainkan juga soal konsistensi, integritas, dan efektivitas pengawasan.

(Alus)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim
idulfitri

Terbaru