Ambisi “Pertumbuhan Berkualitas” 2027, Jatim Diuji Realitas Fiskal
SURABAYA, Nawacita – Di tengah ketidakpastian global, Pemerintah Provinsi Jawa Timur tetap mematok arah pembangunan 2027 dengan menempatkan pelayanan dasar sebagai prioritas. Namun, di balik narasi “pertumbuhan berkualitas”, realitas fiskal menjadi tantangan yang tak bisa diabaikan.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa penyusunan RKPD 2027 tetap mengacu pada RPJMD daerah dan RKP pemerintah pusat. Tema besar yang diusung adalah pertumbuhan berkualitas berbasis investasi, produktivitas, dan industrialisasi.
“Bukan sekadar angka ekonomi meningkat, tapi bagaimana kesejahteraan benar-benar dirasakan, termasuk kelompok rentan,” ujarnya usai Musrenbang RKPD, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: UMKM dan Pasar Tradisional Jadi Prioritas, Emil Tanggapi Kenaikan Harga Plastik
Namun, konsep tersebut berhadapan langsung dengan keterbatasan fiskal daerah. Emil mengakui, struktur pendapatan provinsi masih sangat bergantung pada sektor pajak kendaraan bermotor.
Di sisi lain, anggaran juga harus dibagi untuk infrastruktur jalan sekaligus memenuhi kewajiban layanan pendidikan dan kesehatan.
“Pemprov Jatim menargetkan penguatan layanan kesehatan melalui penyelesaian sejumlah rumah sakit regional, seperti di Pamekasan dan Jember,” Ungkap Emil.
Ia menambahkan, sementara di sektor pendidikan, penyesuaian anggaran akibat rekonfigurasi fiskal.yang menyusut hingga Rp2,8 triliun memaksa pemerintah tetap selektif dalam menjaga keberpihakan.
Meski arah pembangunan telah dirancang, tantangan utama tetap pada konsistensi antara perencanaan dan pelaksanaan.
(Alus)



