Avtur Naik 30 Persen, Kemenhaj Pastikan Biaya Haji Tak Bertambah
Jakarta, Nawacita | Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengakui adanya potensi kenaikan biaya penerbangan menyusul lonjakan harga avtur hingga 30 persen. Namun, pemerintah menegaskan kenaikan tersebut tidak akan dibebankan kepada jamaah haji Indonesia.
Kepala Biro Humas Kemenhaj Hasan Affandi, mengatakan kenaikan harga bahan bakar pesawat memang berpotensi memengaruhi biaya operasional maskapai.
“Ada kemungkinan kenaikan biaya penerbangan karena avtur. Pemerintah berupaya agar kenaikan biaya tersebut tidak dibebankan ke jamaah,” ujar Hasan, Selasa (7/4/2026).
Kemenhaj tengah menyiapkan berbagai langkah mitigasi agar dampak kenaikan avtur tidak mengganggu penyelenggaraan ibadah haji 2026, khususnya terkait biaya yang harus ditanggung jamaah.
Baca Juga: Pemerintah Rilis Jadwal Keberangkatan Jemaah Haji 2026 Gelombang I dan II
Sebelumnya, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak, juga memastikan bahwa pemerintah telah mengantisipasi fluktuasi harga energi global, termasuk kenaikan avtur yang menjadi komponen penting dalam biaya penerbangan haji.
“Terkait dengan kenaikan harga avtur penerbangan, baik dari pihak Saudi maupun kita, sama-sama masih bisa mengendalikan dengan baik. Yang jelas, dari sisi pemerintah Indonesia tidak akan membebankan kepada jamaah haji Indonesia,” ujar Dahnil, Kamis (2/4/2026).
Pernyataan itu disampaikan usai pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, di Madinah pada Minggu (29/3/2026).
Pertemuan tersebut membahas kesiapan penyelenggaraan haji 2026 di tengah dinamika global, khususnya di sektor energi.
Menurut Dahnil, fokus pemerintah tidak hanya pada aspek transportasi, tetapi juga pada kesiapan logistik pangan bagi jamaah Indonesia di Tanah Suci. Ia menyebut, pemerintah Arab Saudi telah memastikan ketersediaan pangan tetap aman selama musim haji mendatang.
Baca Juga: Konflik Timur Tengah, Kemenhaj Koordinasi dengan Otoritas Saudi Terkait Layanan Umrah
“Saya mengonfirmasi atensi tersebut kepada pemerintah Saudi dan otoritas terkait di Saudi. Pihak Saudi menyatakan tidak ada masalah dengan ketersediaan pangan selama musim haji nanti,” kata Dahnil.
Kenaikan harga avtur sendiri dipicu oleh dinamika harga energi global yang berdampak langsung pada industri penerbangan. Asosiasi maskapai sebelumnya menyebut lonjakan harga bahan bakar menjadi tantangan serius karena avtur merupakan salah satu komponen biaya terbesar dalam operasional penerbangan.
Meski demikian, pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas biaya haji melalui berbagai skema efisiensi dan koordinasi dengan pihak maskapai serta otoritas terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi. rpblk



