Tuesday, March 10, 2026

Wali Kota Eri Cahyadi Beri Dukungan Moral serta Pendampingan Keluarga Korban Gondola

Wali Kota Eri Cahyadi Beri Dukungan Moral serta Pendampingan Keluarga Korban Gondola

SURABAYA, Nawacita – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan bantuan santunan kematian dan kecelakaan kerja pada keluarga almarhum Edy Suratno, Selasa (10/3/2026). Korban diketahui meninggal dunia saat terjebak di gondola ketika sedang membersihkan kaca gedung saat terjadi hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada 2 Maret 2026.

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, didampingi Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur, Hadi Purnomo, menyerahkan secara langsung di rumah keluarga almarhum yang beralamat di kawasan Tambak Wedi Baru.

“Jadi hari ini kita memberikan dampak manfaat dari BPJS Ketenagakerjaan, beliau ini adalah istri almarhum yang kemarin ketika kejadian pada waktu ada hujan angin puting beliung dan beliau insya Allah surga karena beliau meninggal dalam keadaan mencari nafkah untuk keluarganya,” ucap Walikota Surabaya, Eri Cahyadi.

- Advertisement -

“Karena tercover dengan BPJS Ketenagakerjaan, maka hari ini kami memberikan santunan atau yang dikeluarkan oleh BPJS Ketenagakerjaan,” imbuhnya.

Walikota Eri menjelaskan pihaknya memberikan dua bantuan, yang pertama merupakan pemberian santunan diakibatkan almarhum ini meninggal dalam kondisi bekerja pada waktu menjalankan pekerjaan.

“Yang kedua adalah beasiswa untuk putra yang pertama dan yang kedua karena di dalam BPJS Ketenagakerjaan ini ada beasiswa sampai dengan kuliah, mereka sampai lulus,”

Baca Juga: BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN Tetap Aksesibel Selama Libur Lebaran 1447 Hijriah

Pemberian santunan yang diberikan kepada istri korban senilai Rp272 juta dan beasiswa kepada kedua anak korban senilai Rp158 juta dalam bentuk tabungan. Namun Eri menegaskan bahwa pihak Pemkot Surabaya akan melakukan pendampingan khususnya kepada kedua putra almarhum.

“Jadi ini kami akan ada pendampingan terhadap keluarga, terkhusus kepada putra almarhum yang nanti akan didampingi oleh teman-teman dari DP3APPKB dan Dinsos. Sehingga bisa mendapatkan pendidikan yang layak, bisa lebih fokus, sehingga insya Allah bisa membawa kebanggaan keluarganya pada ibunya,” tegasnya.

“Semoga keluarga yang ditinggalkan itu tetap diberikan kekuatan oleh Gusti Allah, putranya yang hari ini SMP bisa meneruskan sampai dengan kuliah dan bisa terus menjaga keluarganya. Karena beliau bagaimanapun adalah anak-anak lelaki yang paling besar yang akan menjaga keluarganya. Semoga yang dikeluarkan dari BPJS Ketenagakerjaan ini bisa manfaat untuk keluarga dan manfaat untuk pendidikan putra dari almarhum,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Walikota Eri turut menghimbau pentingnya melakukan Standar Operasional Prosedur (SOP) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Jadi sebenarnya kalau kemarin itu beliau sudah menggunakan keamanan. Sehingga kalau kita bisa lihat itu karena anginnya, karena alamnya puting beliung yang seperti itu,” jelasnya.

Harapannya warga Kota Pahlawan dapat lebih berhati-hati ketika bekerja dalam kondisi cuaca yang tak menentu. Selain itu ia juga mengingatkan pentingnya keselamatan kerja saat sedang melakukan pekerjaan di tengah cuaca ekstrim.

“Karena itu saya berharap dan mengingatkan kepada seluruh warga kota Surabaya dalam kondisi alam yang seperti ini, cuaca ekstrim yang tidak bisa diprediksi. Maka ketika bekerja dalam apapun, terutama dalam proyek, maka gunakan keselamatan kerja ketika harus di fokuskan. Jadi itu insya Allah yang bisa mengurangi dampak risiko,” pungkasnya.

Disisi lain, Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jatim, Hadi Purnomo, menyampaikan bahwa penyerahan bantuan santunan bersama Pemkot Surabaya merupakan bentuk keseriusan BPJS dan Pemkot Surabaya dalam memberikan perlindungan terhadap tenaga kerja di Kota Pahlawan.

“Negara hadir bersama pemerintah daerah dalam hal ini, Pemerintah Kota Surabaya untuk memastikan bahwa pekerja yang ada di kota Surabaya ini ya harusnya seluruhnya terdaftar. Resiko itu kan nggak pernah tahu kapan terjadi,” ujarnya.

Hadi menjelaskan pentingnya perlindungan kepada seluruh tenaga kerja, sebab apapun jenis pekerjaan memiliki resiko. Ia pun mengatakan bahwa sinergi dengan Pemkot Surabaya juga bertujuan untuk menghimbau agar pemilik usaha agar memberikan fasilitas perlindungan BPJS Ketenagakerjaan kepada karyawannya.

“Nah ini tujuannya mudah-mudahan seluruh para pekerja yang di Surabaya, karena kami sinergi terus bersama pemerintah kota Surabaya dalam mereka memastikan seluruh pekerja, apapun pekerjaannya, karena semua pekerjaan ada resikonya,” pungkasnya.

Reporter : Rovallgio

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru