Profil Profesor Jiang Xueqin, Pengamat Intelektual Asal China yang Prediksi AS Kalah Perang dengan Iran
JAKARTA, Nawacita – Profil Profesor Jiang Xueqin, Jagat media sosial kembali diguncang oleh potongan video lama yang mendadak menjadi kenyataan pahit. Adalah Profesor Jiang Xueqin, seorang sejarawan dan analis geopolitik yang berbasis di Beijing, yang kini namanya mencuat setelah rentetan prediksinya mengenai peta konflik global terbukti akurat.
Di tengah memanasnya suhu di Timur Tengah pada Maret 2026 ini, satu ramalannya yang paling menyengat kembali diperbincangkan: Profesor Jiang Xueqin prediksi AS kalah perang dengan Iran.
Jiang Xueqin bukanlah pengamat sembarangan yang muncul dari ruang hampa. Ia adalah seorang akademisi, pendidik, sekaligus penulis berkebangsaan China-Kanada dengan rekam jejak intelektual yang sangat solid. Lulusan Yale University di Amerika Serikat ini memiliki gelar di bidang Sastra Inggris, namun ketajaman analisisnya justru melampaui disiplin ilmunya, merambah hingga ke jantung strategi geopolitik global.
Intelektual Yale dan Metode ‘Predictive History’
Sejak tahun 2022, Jiang mendedikasikan waktunya mengajar di Moonshot Academy, Beijing. Meskipun sering disapa dengan sebutan ‘Profesor’, ia lebih nyaman dikenal sebagai peneliti independen yang berfokus pada inovasi pendidikan dan analisis masa depan. Melalui kanal YouTube miliknya, Predictive History, Jiang membedah arah dunia menggunakan pendekatan sejarah yang dikombinasikan dengan teori permainan (game theory) serta pola matematika.
Baca Juga: Profil Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Siap Perang dengan Israel
Popularitasnya di Tanah Air bahkan sempat melonjak setelah aktris cantik Dian Sastrowardoyo membagikan momen dirinya menyimak kuliah Jiang. Sejak saat itu, netizen Indonesia mulai menelusuri lebih dalam mengenai pemikiran strategisnya yang sering kali di luar nalar konvensional.
Tiga Prediksi yang Benar Terjadi
Dalam video berjudul ‘Geo-Strategy #8: The Iran Trap’ yang diunggah pada Mei 2024 di kanal YouTube Predictive History, Jiang menyampaikan tiga prediksi besar terkait arah politik global, termasuk konflik AS vs Iran.

Prediksi pertama adalah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat. Saat itu, banyak pihak menilai prediksi tersebut terlalu spekulatif karena situasi politik masih sangat dinamis.
Namun beberapa bulan kemudian, Trump benar-benar memenangkan pemilu pada November 2024. Hal ini membuat publik kembali menelusuri prediksi lain yang pernah disampaikan Jiang.
Prediksi kedua adalah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi berkembang menjadi konflik militer terbuka. Ketika hubungan kedua negara kembali memanas dan terjadi serangan militer pada Februari 2026 lalu, pernyataan lama Jiang kembali viral di internet.
Prediksi ketiga yang paling kontroversial adalah kemungkinan Amerika Serikat kalah dalam perang tersebut. Menurut Jiang, perang melawan Iran berpotensi menjadi konflik yang sangat sulit dimenangkan oleh Washington.
“Jika perang ini terjadi, itu bukan hanya serangan udara. Ini bisa berkembang menjadi invasi darat yang besar,” ujar Jiang dalam videonya. Dalam analisanya, Jiang menjelaskan bahwa kondisi geografis Iran menjadi salah satu faktor utama yang membuat negara tersebut sulit ditaklukkan.
Ia menggambarkan wilayah Iran yang dikelilingi pegunungan sebagai medan perang yang sangat berat bagi pasukan asing. Menurutnya, situasi ini dapat membuat pasukan Amerika berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.
“Iran pada dasarnya seperti benteng alami. Jika pasukan Amerika masuk dengan jumlah terbatas, mereka bisa terjebak dan berubah dari penyerang menjadi sandera,” jelasnya.
Jiang juga menyoroti jumlah pasukan yang kemungkinan dikerahkan Amerika Serikat. Ia memperkirakan jumlah pasukan sekitar 100 ribu tentara tidak akan cukup untuk menaklukkan negara sebesar Iran.
“Untuk menguasai wilayah sebesar itu, dibutuhkan jutaan tentara. Tanpa itu, operasi militer bisa berubah menjadi bencana strategis,” katanya.
Jiang memprediksi bahwa periode antara 2026 hingga 2029 akan menjadi masa yang sangat krusial. Jika kebijakan luar negeri AS terus bersifat agresif, mereka justru akan masuk ke dalam ‘Perangkap Iran’ yang bisa berujung pada bencana strategis. Bagi Jiang, ketika debu peperangan ini mengendap, tatanan dunia dipastikan tidak akan pernah sama lagi.
inhsuanws.


