Thursday, March 5, 2026

Mengenal Di-Chating, Program Pemkab Jember dalam Menekan Angka Stunting

Jember, Nawacita.co – Kabupaten Jember tercatat urutan nomor dua tertinggi se-Jatim soal stunting Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI).

Bupati Jember Muhammad Fawait melalui Rumah Sakit dr Soebandi langsung mengambil langkah inovatif, bergerak cepat dengan melaksanakan program yang dikemas Di-Chating (Soebandi cegah kecacatan akibat stunting).

Koordinator Tim Penanganan Stunting Rumah Sakit dr Soebandi Jember, dr Triwinarno menjelaskan bahwa program Di-Chating m ditempatkan di Kecamatan Jombang dan Tanggul.

- Advertisement -

“Ini merupakan pilot project sebagai langkah konkrit untuk mengatasi stunting di Jember dengan waktu 3 bulan,” jelasnya, Kamis (5/3/2026).

Baca Juga: Pemkab Jember Pastikan Honor Guru Ngaji hingga Marbot Cair Sebelum Lebaran 2026

Dr Tri mengatakan bahwa Kecamatan Jombang dan Tanggul sudah berjalan 4 minggu yang lalu dengan melibatkan dokter spesialis anak, ahli gizi, petugas medis puskesmas kecamatan, serta kader posyandu se Kecamatan Jombang dan Tanggul.

“Kita lakukan tindakan pemberian susu formula yang merupakan susu dengan formula nutrisi yang tinggi diberikan secara gratis untuk Blbalita yang terindikasi stunting,” tegas dia.

Dr Tri menambahkan dosis minum sehari 3 kali dengan takaran 2 sendok makan dicampur air hangat 1 gelas sebagai asupan gizinya selama 3 bulan.

“Dari hasil evaluasi hari ini setelah 161 balita mengkonsumsi susu KPMK selama 4 minggu, dari 161 balita terindikasi stunting mengalami perubahan. Ada kenaikan berat badan cukup signifikan mencapai 50 persen,” jelasnya.

Pihaknya berharap dengan penanganan selam 3 bulan melalui program Pemkab Jember ini, bisa menekan angka stunting.

Reporter : Mujianto

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru