Thursday, March 5, 2026

Tim Universitas Dr. Soetomo Kembangkan Pakan Lele Berbasis Eceng Gondok di Bolodewe Fish Farm

Tim Universitas Dr. Soetomo Kembangkan Pakan Lele Berbasis Eceng Gondok di Bolodewe Fish Farm

Surabaya, Nawacita.co – Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai oleh Maria Agustini memberikan paparan ke Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Kamis (05/03/2026).

Inovasi pemanfaatan tanaman eceng gondok sebagai bahan baku pakan alternatif berhasil diterapkan pada usaha budidaya lele dumbo di Bolodewe Fish Farm, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.

Kegiatan yang diketuai oleh Maria Agustini berlangsung selama enam bulan tersebut dilakukan bersama tim yang terdiri dari Angga Pratama Putra, Muhajir, Indra Wirawan, dan Yuyun Yuniati.

- Advertisement -

Program bertajuk Pendampingan Pembuatan Pakan Ekonomis dan Pupuk Cair Berbahan Eceng Gondok bagi Pertumbuhan Lele Dumbo di Bolodewe Fish Farm ini berfokus pada pengembangan pakan alternatif berbasis eceng gondok fermentasi serta penguatan manajemen usaha budidaya.

Bolodewe Fish Farm merupakan unit usaha budidaya lele dumbo yang telah beroperasi sejak 2014. Sebelum program berjalan, usaha ini menghadapi sejumlah kendala, terutama tingginya biaya pakan yang mencapai 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi.

Selain itu, pemanfaatan eceng gondok yang melimpah di lingkungan sekitar belum optimal, kualitas air kolam budidaya belum stabil, serta sistem manajemen usaha yang masih sederhana.

Melalui kegiatan koordinasi, survei lokasi, dan pelatihan teknis, tim pengabdian mendampingi mitra dalam memproduksi pakan alternatif berbahan eceng gondok yang difermentasi menggunakan EM4 dan molases.

Baca Juga: Problematika Alkohol jadi Sorotan Mahasiswa Dr Soetomo Surabaya

Proses fermentasi dilakukan selama lima hari dengan formulasi bahan baku yang terdiri dari 18 kilogram eceng gondok, 18 kilogram dedak, 32 kilogram ampas tahu, serta 32 kilogram tepung ikan. Komposisi tersebut dirancang untuk menghasilkan pakan dengan kandungan protein sekitar 25 persen.

Dari sisi kapasitas produksi, mitra kini mampu memproduksi sekitar 100 kilogram pakan per minggu sesuai target program. Proses pengeringan juga menghasilkan kadar air pakan sebesar 4 persen, lebih rendah dari batas maksimal 12 persen, sehingga dinilai baik untuk menjaga daya simpan pakan.

Penerapan pakan alternatif ini terbukti mampu menekan biaya produksi secara signifikan. Sebelumnya, mitra menggunakan pakan komersial dengan harga sekitar Rp20.000 per kilogram. Untuk kebutuhan 51,75 kilogram pakan, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp1.035.000.

Sementara itu, pakan alternatif berbahan eceng gondok dapat diproduksi dengan biaya sekitar Rp8.000 per kilogram. Dengan kebutuhan pakan sebesar 89,24 kilogram, total biaya yang dikeluarkan sekitar Rp714.000. Dengan demikian, penggunaan pakan alternatif tersebut mampu menghasilkan efisiensi biaya pakan hingga sekitar 31 persen dibandingkan kondisi sebelumnya.

Selain menekan biaya produksi, penggunaan pakan alternatif juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ikan. Dalam uji coba budidaya, jumlah tebar sebanyak 600 ekor lele dengan bobot awal rata-rata 25 gram per ekor.

Hasil pemeliharaan menunjukkan bahwa pada metode lama bobot rata-rata ikan mencapai 77 gram per ekor, sedangkan pada penggunaan pakan alternatif bobot rata-rata mencapai 125 gram per ekor.

Baca Juga: Kerjasama Strategis Universitas Dr. Soetomo dan Universitas Mataram untuk Pendidikan dan Penelitian  

Tingkat kelangsungan hidup ikan atau survival rate juga mengalami peningkatan dari 80 persen menjadi 85 persen. Sementara nilai feed conversion ratio (FCR) tercatat sebesar 1,4 pada kedua metode. Selain aspek teknis produksi, program ini juga mendorong peningkatan tata kelola usaha.

Mitra kini mulai menerapkan pencatatan produksi secara rutin, menggunakan standar operasional prosedur (SOP) dalam pembuatan pakan, serta melakukan evaluasi biaya setiap siklus produksi.

Selama pelaksanaan program, beberapa kendala sempat dihadapi, di antaranya cuaca hujan yang menghambat proses pengeringan pakan serta keterbatasan peralatan produksi skala besar.

Meski demikian, keberhasilan program didukung oleh ketersediaan bahan baku eceng gondok yang melimpah serta komitmen kuat dari pihak mitra.

Ke depan, tim pengabdian berencana mendorong peningkatan kapasitas produksi pakan alternatif serta pengembangan pemasaran berbasis digital guna memperkuat keberlanjutan usaha budidaya lele di tingkat lokal.

Reporter: Deni

RELATED ARTICLES
bank jatim
- Advertisment -

Terbaru