Saturday, June 6, 2026

Harga Telur Anjlok, Pemprov Jatim Dorong Penyerapan Langsung dari Peternak

Harga Telur Anjlok, Pemprov Jatim Dorong Penyerapan Langsung dari Peternak

SURABAYA, Nawacita – Anjloknya harga telur ayam ras hingga menyentuh Rp20.000-Rp20.500 per kilogram membuat Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat. Bersama Badan Gizi Nasional (BGN), Bulog, dan berbagai asosiasi peternak, Pemprov menyiapkan langkah untuk memperkuat penyerapan telur agar harga di tingkat peternak kembali stabil.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan harga saat ini sudah berada di bawah biaya produksi sehingga berpotensi merugikan peternak. Karena itu, Pemprov berupaya mendorong harga telur di tingkat produsen kembali ke kisaran Rp24.000 per kilogram.

“Kalau harga telur berada di kisaran Rp20 ribu sampai Rp20.500 per kilogram, peternak pasti merugi. Karena itu kami ingin memastikan ada langkah konkret agar harga di tingkat peternak bisa lebih baik,” ujar Emil, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga: Mendag: Bantuan Pangan Tak Harus Beras, Telur Bisa Jadi Alternatif

Salah satu upaya yang didorong adalah memaksimalkan penyerapan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memperluas distribusi ke daerah yang masih membutuhkan pasokan telur.

Pemprov juga mendorong pembelian dilakukan langsung melalui koperasi peternak untuk memangkas rantai distribusi yang selama ini membuat harga di tingkat peternak jauh lebih rendah dibanding harga jual akhir.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Iwan, mengatakan pasokan telur di Jawa Timur sebenarnya masih mencukupi.

“Persoalan utama terletak pada distribusi yang sempat tersendat saat produksi melimpah di sentra peternakan,” Imbuh Iwan, pada Sabtu (6/6/2026).

Karena itu, koordinasi dengan Bulog, Dinas Peternakan, serta berbagai daerah tujuan distribusi terus diperkuat agar keseimbangan antara pasokan dan penyerapan tetap terjaga.

“Yang harus dijaga adalah keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan penyerapannya agar harga tetap stabil,” ujarnya.

Pemprov Jatim juga terus mendorong distribusi telur ke berbagai provinsi, termasuk Sulawesi Utara, sebagai upaya menyerap surplus produksi sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur di Jawa Timur.

(Alus)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru