Nabi Ibrahim AS Dikenal Sebagai Bapak Para Nabi, Ini Alasan serta Daftar Silsilah Keluarganya
JAKARTA, Nawacita – Nabi Ibrahim AS Dikenal Sebagai Bapak Para Nabi, Nabi Ibrahim AS merupakan nabi yang membangun Kabah, yang saat ini menjadi kiblat umat Islam di seluruh dunia. Lahir dari seorang pematung, Nabi Ibrahim tumbuh besar dengan membina keyakinannya sendiri melalui pencarian akan Tuhan yang sebenarnya. Masa Nabi Ibrahim menandai periode baru dari tuntunan ketuhanan serta penyebaran ajaran tauhid (mengesakan Allah).
Kenapa Nabi Ibrahim disebut bapak para nabi, Pertanyaan ini sering muncul saat membahas sejarah para rasul dalam tradisi Islam. Ternyata, gelar tersebut memiliki akar sejarah dan makna spiritual yang sangat dalam pada ajaran Islam.
Dalam perjalanan hidupnya, Nabi Ibrahim dikenal sebagai sosok yang teguh dalam tauhid dan penuh keteladanan. Karena itulah, memahami alasan kenapa Nabi Ibrahim disebut bapak para nabi bukan hanya soal silsilah keluarga semata.
Kenapa Nabi Ibrahim Disebut Bapak Para Nabi?
Gelar agung “bapak para nabi” pada Nabi Ibrahim AS muncul karena garis keturunannya melahirkan banyak sekali nabi dan rasul. Salah satu kisah penting dalam kehidupan Nabi Ibrahim adalah ujian panjang tentang keturunan. Bertahun-tahun lamanya, ia dan istrinya, Sarah, belum juga dikaruniai anak.
Bahkan ketika usianya mencapai sekitar 85 tahun, harapan itu seolah belum menunjukkan tanda-tanda akan terwujud. Dalam situasi tersebut, Sarah mengambil keputusan besar dengan menyerahkan budaknya bernama Hajar kepada Nabi Ibrahim untuk dinikahi.
Baca Juga: Daftar Nama Nabi dan Rasul Beserta Mukjizatnya yang Wajib Diketahui Umat Muslim
Hajar sendiri sebelumnya adalah putri seorang penguasa Mesir yang kemudian menjadi tawanan dan berada dalam asuhan Sarah. Dari pernikahan dengan Hajar inilah lahir putra pertama Nabi Ibrahim, yaitu Ismail, saat usia beliau sekitar 86 tahun.
Tak berhenti di sana, doa yang terus dipanjatkan Nabi Ibrahim akhirnya kembali dijawab. Melalui Sarah, lahirlah Ishaq. Dari Ismail, kemudian berkembang keturunan yang dikenal sebagai Bani Ismail, yang menjadi leluhur bangsa Arab.

Sementara dari garis Ishaq, lahir Bani Israil, yang juga tumbuh menjadi bangsa besar dalam sejarah. Setelah Sarah wafat, Nabi Ibrahim kembali menikahi seorang perempuan dari Kanaan bernama Qontura. Dari pernikahan ini, beliau dikaruniai empat putra, yaitu Madhi, Zimran, Sarhaj, dan Sabq.
Tidak hanya sampai di situ, Nabi Ibrahim juga menikah lagi dengan seorang perempuan bernama Hajuni. Dari pernikahannya dengan Hajuni, lahir tujuh orang anak, yaitu Nafis, Madyan, Kisyan, Shurukh, Umayyam, Luth, dan Yaqsyan.
Jika dihitung secara keseluruhan, jumlah anak Nabi Ibrahim mencapai 13 orang dari beberapa pernikahan.
Daftar Nabi yang Keturunan Nabi Ibrahim AS
Melalui putra-putranya, Nabi Ibrahim menjadi leluhur bagi banyak nabi dan rasul. Berikut adalah daftar nabi yang masuk ke dalam silsilah keluarga Nabi Ibrahim AS:
Dari keturunan Ismail bin Ibrahim AS:
- Nabi Muhammad SAW (silsilah keluarga Nabi Muhammad SAW diketahui terhubung pada Nabi Ismail AS, putra sulung Nabi Ibrahim AS)
Dari keturunan Ishaq bin Ibrahim AS:
- Nabi Yaqub bin Ishaq AS
- Nabi Yusuf bin Yaqub AS
- Nabi Harun bin Imran
- Nabi Musa bin Imran
- Nabi Ilyas bin Yasybin
- Nabi Ilsyasa bin Uzai
- Nabi Yunus bin Matta
- Nabi Ayyub bin Zarih
- Nabi Daud bin Isyai
- Nabi Sulaiman bin Daud AS
- Nabi Zakaria bin Bisywi
- Nabi Yahya bin Zakaria AS
- Nabi Isa bin Maryam
Dari keturunan Madyan bin Ibrahim AS:
- Nabi Syuaib bin Yubab
Gelar Kekasih Allah dan Bapak Para Tamu
Tak hanya disebut sebagai bapak para nabi, Nabi Ibrahim AS ternyata juga dikenal memiliki gelar lain, yaitu kekasih Allah (Khalilur Rahman) dan bapak para tamu (Abul Adhyaf).
Gelar kekasih Allah sendiri disematkan padanya karena Nabi Ibrahim selalu menaati perintah Allah SWT dan paling dekat pada-Nya.
Hal ini disebutkan dalam surat An-Nisa ayat 125 yang berbunyi:
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا
Wa man ahsanu deenam mimmman aslama wajhahoo lillaahi wa huwa muhsinunw wattaba’a Millata Ibraaheema haneefaa; wattakhazal laahu Ibraaheema khaleelaa
Artinya: “Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah, sedang dia mengerjakan kebaikan, dan mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kesayangan(-Nya).” (QS. 4:125)
Sementara itu, julukan Abul Adhyaf didapati Nabi Ibrahim AS karena ia sering kali menjamu para tamu dan tidak segan-segan untuk memuliakan para tamunya ketika sedang diberikan keleluasaan rezeki.
inhnws.


