Proyek Sampah Jadi Energi Dikritik, Nol Sampah Surabaya Dorong Kembali ke 3R
SURABAYA, Nawacita – Penggiat lingkungan dari komunitas Nol Sampah Surabaya, Hermawan Some, mengingatkan pemerintah dan publik agar tidak terjebak pada apa yang ia sebut sebagai “solusi palsu” dalam penanganan sampah.
Menurutnya, berbagai teknologi yang kini digadang-gadang sebagai terobosan justru berpotensi menimbulkan masalah baru, mulai dari pencemaran hingga ancaman kesehatan akibat paparan bahan kimia berbahaya.
Hermawan menyoroti tren pengolahan sampah menjadi energi, seperti RDF (refuse derived fuel), pirolisis, hingga insinerator mini yang kini banyak ditawarkan ke daerah.
Baca Juga: Mahasiswa Untag Surabaya Edukasi Pembuatan Pupuk Cair dari Sampah Rumah Tangga di Pacet
“Hal itu yang akan dilakukan Danantara, proyek penghasil listrik dengan bahan bakar sampah. Tidak membuat masalah sampah selesai, melainkan mikro plastik akan merajai udara yang kita hirup,” ujar Hermawan, Kamis (22/1/2026).
Sebagai alternatif, Hermawan menegaskan solusi paling efektif tetap pada prinsip 3R: reduce, reuse, recycle dengan kunci utama pemilahan sampah di sumber. Ia menilai pengolahan berbasis komunitas jauh lebih aman, murah, dan berkelanjutan.
“Surabaya dan Bali sudah punya banyak contoh kampung yang bisa mengolah sampah sendiri tanpa teknologi mahal. Kalau pemerintah serius mendukung, ini jauh lebih berdampak daripada proyek besar,” pungkasnya. (Alus)


