Mourinho Kembali ke Real Madrid, Siapkan Revolusi Besar di Era Kedua Florentino Pérez
SURABAYA, Nawacita – Jose Mourinho dipastikan kembali menukangi Real Madrid setelah kemenangan Florentino Pérez dalam pemilihan presiden klub. Kembalinya pelatih asal Portugal itu menandai babak kedua kepemimpinannya di Santiago Bernabeu, 13 tahun setelah meninggalkan klub pada 2013.
Mourinho sebelumnya menangani Los Blancos selama tiga musim pada periode 2010-2013 dan mempersembahkan tiga gelar bergengsi, yakni La Liga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Kini, ia kembali dipercaya memimpin proyek baru Real Madrid di tengah kebutuhan klub melakukan restrukturisasi besar-besaran.
Kabar mengenai kembalinya Mourinho sebenarnya telah muncul sejak pertengahan Mei lalu. Namun, kepastian baru didapat setelah Florentino Pérez resmi memenangkan pemilihan presiden klub. Presentasi resmi Mourinho sebagai pelatih baru Real Madrid diperkirakan akan segera dilakukan.
Untuk memboyong Mourinho, Real Madrid harus menebus klausul pelepasan kontraknya dari Benfica sebesar 15 juta euro. Nilai tersebut meningkat drastis dibandingkan rencana awal yang hanya sekitar 7 juta euro. Kenaikan biaya terjadi akibat tertundanya proses transfer karena menunggu hasil pemilihan presiden klub.
Baca Juga: Barcelona Juara Supercopa de Espana Usai Kalahkan Real Madrid 3-2
Setelah resmi kembali, Mourinho langsung dihadapkan pada pekerjaan besar membangun ulang skuad. Situasi yang dihadapi saat ini disebut mirip dengan kondisi ketika ia pertama kali datang pada 2010, yakni saat klub membutuhkan perubahan besar untuk kembali menjadi kekuatan dominan di Eropa.
Sejumlah langkah awal telah dilakukan. Real Madrid disebut telah mengamankan kedatangan Ibrahima Konaté dan Denzel Dumfries, serta memperpanjang kontrak Antonio Rüdiger. Ketiga keputusan tersebut menjadi fondasi dalam membangun ulang lini pertahanan yang menjadi sorotan sepanjang musim lalu.
Di sisi lain, beberapa pemain diperkirakan akan meninggalkan klub. Dani Carvajal dan David Alaba disebut berada di ambang pintu keluar, sementara masa depan Dani Ceballos juga dinilai hampir pasti berakhir di Bernabeu. Selain itu, Mourinho harus menentukan nasib sejumlah pemain seperti Fran García, Raul Asensio, Gonzalo Fernández, Eduardo Camavinga, Franco Mastantuono, hingga Brahim Diaz.
Tidak hanya itu, Florentino Pérez dikabarkan telah menyiapkan dana sebesar 150 juta euro untuk mendatangkan seorang pemain bintang sebagai wajah baru proyek olahraga Real Madrid. Presiden klub juga membuka peluang bagi Mourinho untuk mengajukan nama-nama pemain yang diinginkannya, sebagaimana saat periode pertamanya ketika berhasil membawa Mesut Özil, Sami Khedira, Angel Di Maria, dan Ricardo Carvalho ke Madrid.
Setelah mendatangkan Konaté, Dumfries, dan satu pemain bintang senilai 150 juta euro, Real Madrid masih mempertimbangkan perekrutan tiga hingga empat pemain tambahan. Beberapa nama yang masuk radar di antaranya Nico Paz, Jacobo Ramon, dan Victor Muñoz. Mourinho juga akan mengevaluasi talenta akademi seperti Thiago Pitarch, Joan Martinez, dan Diego Aguado untuk peluang promosi ke tim utama.
Tugas Mourinho tidak hanya terbatas pada pembenahan skuad. Ia juga akan terlibat dalam perbaikan sejumlah aspek olahraga yang menjadi sumber masalah musim lalu, terutama kondisi fisik pemain dan layanan medis klub.
Musim lalu, Real Madrid mengalami krisis cedera yang cukup parah dengan total 58 kasus cedera yang menimpa 20 pemain berbeda. Situasi tersebut menjadi salah satu faktor yang menghambat performa tim sepanjang kompetisi.
Sebagai langkah perbaikan, klub telah menunjuk Dr. Niko Mihic sebagai pengawas layanan medis. Selain itu, Antonio Pintus juga diproyeksikan kembali memimpin departemen kebugaran fisik guna menekan angka cedera yang menjadi momok bagi skuad.
Perubahan juga berpotensi terjadi dalam struktur manajemen olahraga klub. Mourinho disebut menginginkan kehadiran sosok penghubung antara ruang ganti dan manajemen, serupa peran yang pernah dijalankan Zinedine Zidane pada periode pertama kepelatihannya di Madrid. Posisi tersebut diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara pemain, staf pelatih, dan petinggi klub.
Mourinho mewarisi ruang ganti yang dilaporkan sedang mengalami ketegangan internal. Hubungan antar pemain disebut memburuk sepanjang musim lalu dan memuncak pada perselisihan antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni. Selain itu, sejumlah friksi antara pemain dan staf pelatih turut memperkeruh suasana di pusat latihan Valdebebas.
Situasi itulah yang diyakini menjadi salah satu alasan utama Florentino Pérez memilih kembali mempercayakan kursi pelatih kepada Mourinho. Pengalaman, karakter kuat, dan kemampuannya mengendalikan ruang ganti diharapkan mampu mengembalikan stabilitas sekaligus membawa Real Madrid kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.
Reporter : Rovallgio


