Sunday, June 7, 2026

SPMB di Ngawi Transparan, Khofifah : Verifikasi Terjadwal Bikin Proses Lebih Nyaman

NGAWI, Nawacita – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengapresiasi pelaksanaan verifikasi dan validasi data Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Ngawi yang berlangsung tertib, lancar, dan tanpa antrean panjang.

Apresiasi tersebut disampaikan Khofifah saat meninjau langsung proses verifikasi data calon murid di SMAN 2 Ngawi dan SMKN 1 Ngawi. Menurutnya, penerapan sistem penjadwalan secara daring membuat layanan lebih teratur sehingga calon murid dan orang tua tidak perlu menunggu lama.

“Proses verifikasi dan validasi berjalan baik. Tahapan ini penting untuk memastikan data yang diinput secara online sesuai dengan dokumen asli sehingga seleksi berlangsung adil, transparan, dan akuntabel,” ujar Khofifah didampingi Kepala Dinas PEndidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai dan Bupati Ngawi Oni Anwar Harsono

Ia menjelaskan, verifikasi dan validasi menjadi tahapan krusial dalam SPMB karena menentukan keakuratan data peserta. Karena itu, ketelitian dalam pemeriksaan dokumen harus terus dijaga agar seluruh calon murid memperoleh kesempatan yang sama.

Khofifah menegaskan, penyempurnaan mekanisme SPMB tahun ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadirkan layanan pendidikan yang lebih responsif, profesional, dan berorientasi pada kenyamanan masyarakat.

Menjelang berakhirnya masa verifikasi, ia mengimbau calon murid dan orang tua segera memastikan seluruh dokumen persyaratan telah diverifikasi dengan benar sebelum memasuki tahap pendaftaran.

Sesuai jadwal SPMB Jawa Timur 2026/2027, pengambilan PIN berlangsung hingga 9 Juni 2026, sedangkan verifikasi dan validasi data berakhir pada 10 Juni 2026.

Khofifah juga menegaskan bahwa sistem SPMB Jawa Timur dirancang secara terbuka dan transparan. Masyarakat dapat memantau seluruh proses seleksi, termasuk komposisi penilaian yang terdiri dari nilai rapor sebesar 60 persen dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 40 persen.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut menyerahkan bantuan pendidikan kepada 10 siswa berprestasi dari keluarga prasejahtera di SMAN 2 dan SMKN 1 Ngawi. Masing-masing menerima bantuan sebesar Rp1 juta sebagai bentuk dukungan Pemprov Jatim terhadap akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

“Pendidikan adalah investasi terbaik untuk masa depan. Kami ingin memastikan seluruh anak Jawa Timur, termasuk dari keluarga prasejahtera, memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan berkualitas,” pungkasnya. bdo

- Advertisement -
Riko Abdiono
Riko Abdionohttp://rikolennon24.blogspot.com
Penulis adalah Jurnalis sejak 2004 di Harian Surabaya Pagi
RELATED ARTICLES
Bank Jatim Jconnect

Terbaru