Sunday, May 24, 2026

Pengelolaan Dam Haji 2026 Lebih Transparan 126 Ribu Hadyu Tercatat hingga Mei

Pengelolaan Dam Haji 2026 Lebih Transparan 126 Ribu Hadyu Tercatat hingga Mei

JAKARTA, Nawacita – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan pengelolaan dam jemaah haji 2026 berjalan lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Hingga Jumat pagi waktu Arab Saudi, 22 Mei 2026, tercatat sebanyak 126.832 hadyu atau dam jemaah haji Indonesia telah terdata secara resmi.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan jumlah tersebut menjadi capaian penting dalam pembenahan tata kelola layanan ibadah haji Indonesia.

“Dalam sejarah perhajian, tidak ada data yang bisa serapi ini. Tahun sebelumnya yang terdata hanya sekitar 10 ribu. Tahun ini melonjak secara tertib sampai 126 ribu,” ujar Dahnil di Makkah.

Dari total tersebut, sebanyak 90.956 dam akan dipotong di Tanah Suci melalui program Adahi, 32.691 dipotong di Indonesia, 3.195 jemaah menjalankan puasa sebagai pengganti dam, dan 1.076 jemaah melaksanakan haji ifrad.

Baca Juga: Pemerintah Arab Saudi akan Denda 20.000 Riyal bagi Jemaah Haji Tanpa Izin

Menurut Dahnil, pemotongan dam di Arab Saudi akan dimulai pada 10 Zulhijah 1447 Hijriah atau Rabu, 27 Mei 2026. Pelaksanaannya dilakukan melalui program Adahi dengan pengawasan langsung dari perwakilan Kementerian Haji dan Umrah RI serta media sebagai bentuk keterbukaan informasi publik.

“Nanti teman-teman wartawan bisa melihat secara langsung proses pemotongannya. Ada perwakilan dari Kementerian Haji dan Umrah sebagai representasi dari jemaah yang memotong di Tanah Suci,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sistem notifikasi digital bagi jemaah melalui aplikasi Nusuk. Melalui aplikasi tersebut, jemaah dapat mengetahui status pembayaran dan proses pemotongan hadyu secara langsung melalui telepon genggam masing-masing.

“Informasi bahwa hadyu jemaah sudah dipotong akan muncul melalui notifikasi di HP jemaah pada aplikasi Nusuk,” jelas Dahnil.

Sementara itu, pelaksanaan dam yang dipotong di Indonesia sepenuhnya menjadi kewenangan jemaah melalui lembaga yang dipercaya maupun pelaksanaan di daerah asal masing-masing. Pemerintah menghormati pilihan fikih dan keyakinan jemaah terkait tata cara pelaksanaan dam.

Dalam kesempatan itu, Dahnil juga mengungkapkan bahwa sebagian besar daging dam jemaah Indonesia yang dipotong di Tanah Suci akan didistribusikan untuk masyarakat Palestina melalui koordinasi bersama Adahi dan Pemerintah Arab Saudi.

“Kami sudah meminta kepada Adahi dan secara khusus kepada Pemerintah Saudi Arabia agar daging-daging dam ini didistribusikan untuk masyarakat Palestina,” ujarnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan Indonesia sekaligus memperluas nilai manfaat ibadah haji bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Ini seiring dengan perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan atensi lebih tinggi kepada saudara-saudara kita di Palestina. Presiden berharap daging dam jemaah haji Indonesia dapat didistribusikan untuk warga Palestina yang membutuhkan,” pungkasnya.

Penguatan tata kelola layanan haji yang transparan dan berbasis digital tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas pelayanan publik, penguatan transformasi digital, serta kepedulian kemanusiaan global sebagaimana tercermin dalam agenda Asta-Cita pemerintahan. (Kemenhaj)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru