Tuesday, May 5, 2026

Pemprov Jatim Bedah Rumah Penjaga Sekolah

Pemprov Jatim Bedah Rumah Penjaga Sekolah

SURABAYA, Nawacita – Di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memilih cara berbeda: bukan seremoni, melainkan aksi nyata lewat program bedah rumah bagi penjaga sekolah.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut program ini bersumber dari dana zakat yang dihimpun aparatur sipil negara di lingkungan Dinas Pendidikan, lalu disalurkan untuk rumah tidak layak huni (rutilahu).

“Zakat yang dikumpulkan ini kita tasarufkan, salah satunya untuk membangun rumah layak huni bagi insan pendidikan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Setiap kabupaten/kota di Jawa Timur mendapat satu titik bantuan. Program ini bukan hal baru—dalam dua tahun terakhir, tercatat sekitar 135 rumah telah dibedah dengan nilai bantuan rata-rata Rp20–25 juta per unit, mengandalkan gotong royong warga setempat.

Baca Juga: Hardiknas 2026 di Grahadi: Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibra Cilik hingga Pidato 5 Bahasa Siswa Mojokerto

Salah satu penerima manfaat adalah Wandhori, penjaga sekolah di SMAN 2 Surabaya. Setelah 19 tahun mengabdi, ia akhirnya bisa merasakan tinggal di rumah yang layak.

“Dulu bocor, tembok rembes, tidak ada plafon. Tidur pun di ruang tamu. Sekarang alhamdulillah sudah layak,” tuturnya.

Sebelumnya, Wandhori bersama keluarganya harus bertahan dalam kondisi rumah yang memprihatinkan selama lebih dari satu dekade. Dengan jumlah anggota keluarga yang cukup besar, keterbatasan ruang menjadi persoalan sehari-hari.

Di balik angka dan program, kisah seperti Wandhori menjadi pengingat: pendidikan tak hanya soal kurikulum, tapi juga tentang mereka yang menjaga ekosistemnya tetap hidup—sering kali dalam kondisi yang nyaris tak terlihat.

(Alus)

- Advertisement -
RELATED ARTICLES

Terbaru