Kampung Kecil, Dampak Besar: Oase Ondomohen Kemandirian Pangan Tumbuh di Tengah Beton Kota
Surabaya, Nawacita.co – Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, Kampoeng Oase Ondomohen di Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, Surabaya, membuktikan bahwa kemandirian pangan bukan sekadar wacana.
Ketua RT 08 RW 07, Endang Sriwulansari, menyebut keberhasilan kampung ini lahir dari gerakan kolektif warga dalam mengelola lingkungan secara berkelanjutan. Mulai dari pengolahan sampah, penghijauan, hingga praktik urban farming yang hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Kami bergerak bersama warga, hasilnya untuk konsumsi keluarga. Kalau ada lebih, baru dipasarkan keluar,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada, Kamis (16/4/2026).
Dengan lahan yang terbatas, warga memaksimalkan setiap sudut kampung. Kolam gendong dimanfaatkan untuk budidaya ikan, sementara sistem hidroponik, vertical garden, hingga tower garden digunakan untuk menanam berbagai jenis sayuran.
Tak hanya itu, warga juga mengembangkan tabulampot dan pot dari bahan daur ulang sebagai media tanam alternatif.
Baca Juga: Di Tengah Kota Surabaya, Kampoeng Oase Jadi Laboratorium Edukasi Lingkungan
“Bahkan, budidaya lobster dan ternak maggot turut dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem pangan dan pengelolaan limbah,” Tambah Endang.
Meski hasilnya belum dalam skala besar, pendekatan ini dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus memberi nilai tambah ekonomi.
Di balik kesederhanaannya, Kampoeng Oase Ondomohen menghadirkan model konkret bahwa ketahanan pangan bisa dibangun dari level paling kecil: lingkungan tempat tinggal.
“Tantangannya kini adalah bagaimana inisiatif semacam ini tidak berhenti sebagai proyek komunitas, tetapi mampu direplikasi secara lebih luas di tengah tekanan urbanisasi kota besar,” tutup Endang.
Reporter: Alus



