Thursday, July 18, 2024
HomeBUMNEkonomi dan BisnisBasha Market Konsisten Dukung Kreativitas Brand Lokal Indonesia Selama 10 Tahun

Basha Market Konsisten Dukung Kreativitas Brand Lokal Indonesia Selama 10 Tahun

Basha Market Konsisten Dukung Kreativitas Brand Lokal Indonesia Selama 10 Tahun

Surabaya, Nawacita – Basha Market memulai langkah pertamanya pada 2014 dengan tema Broadway dengan visi menjadi wadah untuk industri kreatif yang kurang diapresiasi. Basha Market tetap kreatif dan inovatif untuk mendukung brand-brand lokal di Indonesia. kegiatan ini berlangsung di Convention hall lantai 6 tunjungan Plaza 3 Surabaya , jumat, (31/05/2024)

Kecintaan dan gerakan membeli produk lokal kini pesat tumbuh. Masyarakat sadar langkah ini bantu perekonomian bangsa. Kualitas produk lokal tak main-main. Brand lokal menawarkan desain orisinil dan memahami preferensi konsumen.

Brand lokal unggul karena kedekatan jarak dengan produk global. Dukungan pemerintah dan gerakan Bangga Indonesia meningkatkan pertumbuhan brand lokal di sektor industri kreatif.

Devina Sugono, Co-Founder Basha menyebutkan bahwa perjalanan sepuluh tahun ini bukanlah perjalanan yang mudah, banyak adaptasi yang dilakukan oleh Basha hingga bisa berada di titik ini.

“Kalau kita mengingat di awal Basha 2014, mencari brand lokal sangat susah, Dulu kita ketok pintu dari satu brand lokal ke brand lokal lainnya untuk bergabung menjadi vendor Basha,’ ujar Devina.

Awalnya memang tidak banyak acara-acara sejenis Basha Market di Surabaya dan hal tersebut membuat Basha belum dapat mengukur tingkat kepuasaan masyarakat dan brand lokal mengenai acara ini. Sempat juga ada pertimbangan menjadikan Basha sebagai sesuatu yang lebih permanen.

Baca Juga : Basha Market Manjakan Pengunjung Dengan Berbagai Produk Kreatif

“Pernah ada kepikiran hal tersebut, namun ternyata apa yang kita pikirkan jauh berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di lapangan. Antusiasme masyarakat sangat tinggi, bahkan selalu meningkat di setiap tahunnya dan yang terpenting adalah dampak ke brand lokalnya juga sangat baik,” ungkap Devina, Basha kini mengganti jumlah penyelenggaraan yang biasanya dilakukan dilakukan 2-3 kali dalam setahun.kini hanya rutin diadakan sekali dalam setahun,” tutur dia

“Setelah beberapa tahun kami berjalan, format ini dirasa paling pas. Ternyata dampaknya jauh lebih besar dan jauh lebih baik untuk brand lokal” tambah Devina.

Basha Market bukan hanya tentang acara ‘market-martekan’ atau acara senang-senang belaka: Basha mencerminkan sebuah perjalanan industri kreatif yang memiliki kekuatan besar. Banyak yang terdampak dalam satu kali penyelenggaraan Basha, sebut saja brand lokal yang memiliki kebutuhan untuk membuat kat log baru.

” Dari satu contoh itu saja ada berbagai aspek yang terdampak yakni, industri modelling, fotografer, fashion stylish, studio foto, desainer grafis, concept director, dan masih banyak lainnya,” beber dia

Hal ini yang dilihat Basha sebagai patokan, bahwa keberhasilan sebuah acara tidak hanya diukur dari seberapa ramainya dibicarakan, tapi juga dampaknya terhadap banyak aspek di industri kreatif, Ini adalah momen yang pas untuk semuanya urun serta berperan dalam membentuk kekuatan ekonomi lokal

“Basha Market bukan hanya tentang acara ‘market-martekan’ atau acara senang-senang belaka: Basha mencerminkan sebuah perjalanan industri kreatif yang memiliki kekuatan besar. Banyak yang terdampak dalam satu kali penyelenggaraan Basha, sebut saja brand loka! yang memiliki kebutuhan untuk membuat kat log baru,” ungkapnya

Christie Erin, Co-Kounder menyebutkan bahwa Basha kini tidak legi hanya memikirkan tentang event kreatif saja, tapi juga sebuah pergerakan ekonomi. “Saya mendapatkan berbagai testimoni dari teman teman brand lokal dan juga pen giat industri kreatif bahwa semuanya mendapatkan proyect dari adanya Basha Market. Itu membuat kami lega dan senang, karena memang salah satu tujuan Basha ada disana. Selain itu karni menjadi saksi dari kerja kerasnya brand-brand lokal yang terlibat di Basha Market – Multiverse.

” Mereka membuat koleksi-koleksi baru, memperbanyak stock, dan sangat passionate dengan apa yang mereka kerjakan, Ini bukan lagi tentang Basha, tapi tentang 150 brand lokal dari berbagai daerah di Indonesia yang mau datang ke Surabaya dan ingin memberikan usaha yang paling terbaik untuk pencintanya,” jelas Erin.

Walaupun sudah memasuki usia kesepuluh, Basha merasa bahwa perjalanan kedepannya pasti akan lebih menantang, sehingga harus siap dengan berbagai amunisi untuk melewatinya.

“Oh jelas, sepuluh tahun talu saat kita memulai ini, brand lokal gak banyak. Sekarang? Mungkin ada ribuan bahkan puluhan ribu di luar sana. Persaingan antar brand lokal semakin tinggi, sehingga kurasinya juga jadi sangat sulit. Itulah kenapa Basha juga selalu mau adaptasi dengan perkembangan hari ini dan bagi kami sudah saatnya kita regenerasi, ujar Erin.

Dari Basha, regenerasi dilakukan pada sisi marketing. Basha membuka sebanyak-banyaknya peluang kolaborasi dengan KOL, melaksanakan beberapa program-program baru yang efektif untuk saat ini, bahkan juga berani untuk melakukan regenerasi vendor atau brand lokal yang terlibat.

“Regenerasi vendor disini bukan juga artinya vendor lama gak boleh ikut Basha ya, tapi vendor atau brand-brand lokal yang pernah terlibat di Basha sebelumnya harus mau mengikuti standar industri sekarang.” jelas Erin

Kami harus berani mengucapkan selamat tinggal untuk vendor yang bdak berkembang dan juga menerima vendor yang mampu membuka market baru. Apakah itu mudah? Jelas tidak! tapi ini harus kami lakukan agar semuanya bisa maju bersama” jelas Erin.

Bicara tentang hari ini, kekuatan ekonomi sedang berada di Generasi Z, menurut Erin dan Devina itu sebuah tantangan baru, karena Basha dibuat awalnya dari dan untuk Generasi Milenial. Jadi, memasuki usia kesepuluh adalah waktu yang tepat untuk Basha melakukan regenerasi serta adaptasi. Salah satunya dengan menghadirkan Basha Market Haul sebagai program yang menjanjikan, dimana brand lokal mendapatkan kesempatan untuk direview oleh KOL yang telah bekerjasama dengan Basha. Program ini ditujukan tidak hanya untuk brand baru yang belum pernah ikut Basha Market, tapi juga brand lama.

“Program ini benar-benar berjalan. Untuk brand yang baru bergabung sudah pasti ini menjanjikan, tapi untuk brand yang sebelumnya sudah pernah ikut Basha Market ini seperti memaksa mereka untuk terus up to date, mencari target pasar baru di luar zona nyaman mereka” ujar Erin.

Menurut keduanya jika Basha terlalu nyaman dengan target pasar yang itu-itu saja, akan membuat industri ini tidak berjalan,” ujar devina

“Nanti kami jadi stuck, brand lokal yang terlibat juga tidak berkembang, itu kenapa penting bagi kita untuk terus beradaptasi” imbuh Erin

Dekade ini, Basha Market menghadirkan tema Muitiverse untuk melambangkan sebuah eksplorasi dan potensi yang tidak terbatas. Konsep Multiverse merupakan kelanjutan dari acara sebelumnya, Planet Z, dan Basha memilih bekerjasama kembali dengan desain studio asal Surabaya, Sciencewerk untuk merealisasikan konsep tersebut.. Selaras dengan konsep Multiverse, Basha Market ingin merayakan kekuatan kolaborasi yang sudah ada selama ins dan menjadikannya potensi ekonomi yang besar hingga tanpa batas.

“Kami berharap akan bisa terus menjadi platform kreatif yang lebih berkembang lagi nantinya. Kami ingin terus menjadi wadah sekaligus saksi dari lahirnya brand-brand lokal yang bagus hingga bisa menembus pasar internasional dan bersaing disana, tutup Erin

 

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru