Game Edukasi Berbasis AI: Inovasi Prof. Hery untuk Masa Depan Pendidikan Anak Indonesia

Game Edukasi Berbasis AI: Inovasi Prof. Hery untuk Masa Depan Pendidikan Anak Indonesia
top banner

Game Edukasi Berbasis AI: Inovasi Prof. Hery untuk Masa Depan Pendidikan Anak Indonesia

Surabaya, Nawacita | Usaha Prof. Mauridhi Hery Purnomo dalam mengembangkan teknologi buatan manusia atau kecerdasan buatan, dapat berkembang pesat di Indonesia. Berusaha untuk mengenalkan bahwa, anak bangasa juga dapat membuat AI sendiri dan menjadikan negera Indonesia sebagai bangsa pencipta bukan bangsa konsumtif.

Prof. Hery yang merupakan Ketua IES Indonesia Chapter yang juga merupakan seorang peneliti ITS. Tidak bosan mencari kesempatan demi kesempatan dalam mengembangkan keilmuan di bidang kecerdasan buatan.

“Keinginan saya sebagai periset membuat orang lain senang, bergembira. Jadi dapat sisi penelitiannya iya ada, sisi membuat orang senang juga ada,” ungkap Prof. Hery (18/5/2024).

Prof. Hery yang menggabungkan humanis yang tinggi terhadap setiap projek yang Dia buat agar alat yang diciptakan dapat berguna bagi orang banyak. Salah satu projek yang telah dibuat bersama mahasiswa bimbingannya berjudul ‘Smart Game Based on Cultural Wisdom for Kidpreneur Learning’.

Game Edukasi AI
Prof. Mauridhi Hery Purnomo

“Waktu itu saya mengajukan proposal internasional bersama teman-teman ITS mahasiswa saya lolos proposal Jepang sampai 70 juta yen. Lalu syaratnya kita harus ke Jepang semua untuk buat alat tersebut,” Jelas Prof. Hery.

Alat yang dibuat adalah kamera yang dapat menangkap gerak sensor tubuh manusia. Dari pergerakan seluruh tubuh, mesin dapat memprogram ketentuan-ketentuan yang ingin digunakan. Hasil tersebut dapat dipraktikan dalam bidang kesehatan maupun pendidikan.

“Dari dana pemerintah ada tapi ya itu enggak sebanyak yang didapat dananya ketika dapat dana dari luar negeri. Dan baik sekali Jepang ini membiayayi penelitian kita dan boleh dibawa pulang ke Indonesian. Kita juga diharuskan pergi ke Jepang juga, ya kita berangkat,” tambah Prof. Hery.

Proyek dari perjalanan ke Jepang membuahkan hasil dan salah satu projek tersebut dipamerkan pada seminar dan wokshop IES Day bertajuk ‘Intelligent IOT :Leveraging AI for Next Generation Electronic Solutions’. Seminar tersebut merupakan kolaborasi antara Institut STTS AI Campus dengan ITS untuk mengembangkan pengetahuan dibidang AI.

Baca Juga: Peluang Bisnis Baru Terbuka: Seminar ISTTS Ungkap Potensi AI dan IoT di Perangkat Pintar

Salah satu Mahasiswa S3 Sofia Ariyani yang ikut dalam proyek tersebut menjelaskan, “alat ini ditemukan saat melihat aktifitas pembelajaran anak TK ketika pandemi Covid-19. Karena media pembelajaran pada anak TK sudah tidak lagi menyentuh benda-benda. Dan alat ini dibuat sebagai media pembelajaran,” Jelasnya.

Ada beberapa game yang dapat dimainkan dengan membaca sensor tubuh bagian tangan. Anak menggerakan tangan ke sisi objek gambar mengikuti perintah-perintah pada game yang diciptakan.

“Anak dapat belajar dengan gembira melalui game, bisa menangkap apel, mengurutkan huruf dan angka, mengenal nama hewan dan buah. Dan masih banyak lagi,” terang Sofia.

Projek tersebut masih akan disempurnakan lagi sedikit demi sedikit, agar semakin mudah mengaplikasikan pada Anak. Nantinya, alat tersebut dapat digunakan sebagai teknologi baru dalam metode pembelajaran anak di jenjang Taman Kanak-kanak. (Al)

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here