Dinkes Jatim Sebut Delapan Daerah Bandel Penyebab Krisis Sanitasi

Sanitasi Dinkes
Sejumlah pejabat hadir dalam Dialog Membangun Komitmen Bersama Menuju Pemprov Jawa Timur, Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) Tahun 2024.
top banner

Daerah Kurang Sadar Sanitasi Karena Mitos

Surabaya, Nawacita – Dinas Kesehatan Jawa Timur melalui Dialog Membangun Komitmen Bersama Menuju Pemprov Jawa Timur, Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) Tahun 2024 mengungkap adanya daerah-daerah yang belum memenuhi standart Sanitasi. Akibatnya, terdapat daerah yang mengalami krisis sanitasi hingga mengakibatkan sumber sejumlah penyakit.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Erwin menyampaikan Buang Air Besar Sembarangan ini merupakan isu yang harus diperhatikan. “Karena kebiasaan masyarakat buang air besar sembarangan penyebab munculnya penyakit keganasan, metabolik, infeksi,” jelas Erwin, di lantai 8 Gedung Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, 28/3/2024.

Alasan warga yang ditemukan pada kasus-kasus di daerah masih krisis sanitasi antara lain, karena masyarakat masih percaya bahwa WC yang dibangun didalam rumah merupakan rumah yang suci tidak baik untuk tempat BAB. Alasan tersebut yang masih dipercayai oleh masyarakat-masyarakat di desa-desa.

Daerah yang masih terdaftar pada krisis sanitasi antara lain, Jember, Situbondo, Sidoarjo, Kab. Pasuruan, Kota. Pasuruan, Kab. Probolinggo, Kota. Probolinggo, Kab. Sumenep. Angka yang diperolah Jawa Timur masyarakat yang telah sadar pentingnya sanitasi sebesar 92,19%. Masih tinggal 7.81% lagi masyarakat yang masih mengabaikan pentingnya membuat sanitasi di dalam rumah.

Sanitasi Dinkes
Pj Gubernur Adhy Karyono hadir dalam acara sadar sanitasi di Surabaya, 28/4/2024.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy juga memberikan prioritas kepada kasus SBS ini. Karena masih menjadi PR bagi pemerintah Jawa Timur yang masih belum bisa menghilangkan kebiasaan masyarakat yang masing buang air besar sembarangan ini.

“Perlunya kampanye SBS dari berbagai macam lembaga saling bahu membahu pemerintah Kabupaten dan Kota, pemerintah Provinsi dan Pusat, Juga sumber-sumber yang lain,” sebut Adhy.

Kerja sama gencarnya kampanye tersebut talah disetujui Pemerintah Kabupaten dan Kota, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat, dan Organisasi Sosial seperti UNICEF. Pentingnya kesehatan yang harus disadarkan kepada masyarakat yang masih membiasakan SBS. Karena dari Sanitasi yang diperbaiki akan menghentikan sumber penyakit. Alus

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here