Manfaat Shalat Tarawih bagi Kesehatan, Salah Satunya Kurangi Kaku Sendi

Ilustrasi.
top banner

Manfaat Shalat Tarawih bagi Kesehatan, Salah Satunya Kurangi Kaku Sendi

Nawacita – BULAN Ramadan sangat erat kaitannya dengan momen buka puasa dan rutinitas salat tarawih. Setelah berbuka masyarakat Muslim segera berbondong-bondong untuk salat tarawih.

Berbeda dengan salat pada umumnya, salat tarawih memiliki jumlah rakaat yang lebih banyak. Hal ini pun membuat tubuh jadi lebih banyak bergerak dan durasi salatnya pun lebih lama.

Ilustrasi.

Ternyata salat tarawih memiliki efek yang baik untuk kesehatan. Dokter Spesialis Ortopedi, dr. Yohannes Toban Layuk Allo, M.Kes, Sp.OT (K) menjelaskan ketika salat tarawih, hampir semua sendi yang ada di tubuh ikut bergerak. Dengan bergeraknya seluruh sendi, maka salat tarawih bisa mengurangi terjadinya kaku sendi.

“Jadi pada saat salat, setiap gerakan sholat itu sendi lutut akan bergerak, sendi panggul akan bergerak, sendi bahu, punggung dan semuanya akan bergerak. Di sini fungsinya adalah mengurangi risiko stiffness atau kaku sendi,” kata dr. Toban kepada awak media saat ditemui di Kebayoran Baru beberapa waktu lalu.

Oleh karenanya, salat tarawih sangat baik untuk orang-orang yang bekerja setiap harinya hanya duduk dan menghadap komputer. Apalagi jika selama bekerja jarang melakukan peregangan otot.

“Orang-orang yang hanya menghabiskan waktu untuk duduk depan komputer, lehernya gak pernah digerakin, dan jarang berdiri itu rentan untuk mengalami kaku otot dan kaku sendi yang membuat otot jadi pegal-pegal,” ujarnya.

Baca Juga: Bacaan Bilal Sholat Tarawih Lengkap serta Tata Caranya dari Awal Hingga Akhir

Dokter Toban menyatakan kalau gerakan yang dilakukan setiap salat tarawih itu setara dengan Anda yang melakukan peregangan otot dengan rutin. Maka dari itu, jika Anda seringkali lupa untuk meregangkan otot-otot ketika bekerja, selama bulan Ramadan kondisi ini bisa dibantu dengan adanya salat tarawih untuk merelaksasi otot.

“Dengan banyak gerakan, tidak harus hanya dengan salat. Misalnya pada saat bekerja Anda mengambil waktu setiap dua jam untuk melakukan peregangan. Nah gerakan itu kurang lebih sama dengan gerakan yang dilakukan selama salat,” tutur dr. Toban. okzn

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here