Menaker : Pemberian Upah Berbasis Produktivitas Solusi Atasi Keresahan Buruh

Kementerian Ketenagakerjaan terus mendorong perusahaan agar menerapkan upah berbasis produktivitas
top banner

Hingga kini masih sedikit perusahaan yang menerapkan upah berbasis produktivitas.

Jakarta, nawacita – Kementerian Ketenagakerjaan terus mendorong perusahaan agar menerapkan upah berbasis produktivitas melalui instrumen penyusunan struktur dan skala upah dengan Sistem Manajemen Kinerja (SMK).

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengingat hingga kini masih sedikit perusahaan yang menerapkan upah berbasis produktivitas tersebut.

“Kita masih punya pekerjaan yang cukup besar agar memastikan bahwa semua perusahaan, industri menerapkan upah berbasis produktivitas,” ucap Menaker dalam keterangan resminya.

Pasalnya, tidak bisa dipungkiri bahwa upah merupakan salah satu unsur yang penting dalam pelaksanaan hubungan kerja.

Baca Juga : Menaker: Pengangguran Terbuka di Indonesia Didominasi Lulusan SMA/SMK

Apabila pelaksanaan pengupahan di perusahaan belum sepenuhnya diterapkan sesuai ketentuan. Maka, berpotensi menimbulkan keresahan bagi pekerja/buruh, yang pada akhirnya dapat menurunkan kinerja dan produktivitas perusahaan.

“Melalui upah berbasis produktivitas, kita ingin pastikan agar penetapan upah minimum tidak lagi terjadi hiruk pikuk setiap tahunnya. Hiruk pikuk terjadi karena keadilan belum kita dapatkan,” sambungnya.

Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah

Pada satu sisi keadilan belum dirasakan pekerja atau buruh. Bahkan, terkadang ada tekanan dan keadilan tidak diperoleh pekerja dari pengusaha. Jadi yang harus kita pastikan adalah pengupahan itu adil bagi pekerja, adil juga bagi pengusaha.

Ia meminta perusahaan agar tidak mengkhawatirkan terkait upah berbasis produktivitas. Pasalnya, kebijakan pemerintah yang baru mengenai pengupahan tidak serta merta memberikan beban berat bagi perusahaan. Pemerintah tetap memberikan beberapa alternatif dalam penyusunan struktur dan skala upah melalui beberapa metode. (sekar)

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here