Selamat Berjuang Prabowo Gibran untuk Indonesia – Oleh : Nuril Anwar

Nuril Anwar
Nuril Anwar
top banner

Nuril Anwar – Koordinator Relawan PILAR 08 Jakarta dan Kepala Sekolah Pemimpin Muda Andalusia

Nawacita – Hari Rabu 14 Februari tahun 2024, merupakan momen penting bangsa Indonesia, dalam rangka pengamalan Pancasila.  Khususnya Sila keempat, yaitu melakukan pencoblosan sebagaimana konstitusi negara Indonesia pasal 22E, melaksanakan pemilihan umum secara langsung umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil setiap lima tahun sekali. Untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat/DPR, Dewan Perwakilan Daerah/DPD, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah/DPRD.

Rakyat berbondong-bondong mendatangi Tempat Pemungutan Suara/TPS. Seakan tidak ingin kehilangan momen menyemarakkan pesta demokrasi setiap lima tahun sekali. Masa depan Indonesia ada di tangan rakyat. Dalam memilih perwakilannya untuk mengelola negara dan daerah dalam lima tahun ke depan sebagai Presiden, Wakil Presiden, DPR, DPD, dan DPRD. Inilah demokrasi yang berarti pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat.

Lebih lanjut, kecenderungan di masa mendatang, tata kehidupan masyarakat Indonesia sangat diwarnai oleh berbagai proses perubahan yang cepat dan kompleks di segala aspek kehidupan. Proses perubahan tersebut didorong kemajuan IPTEK dan kecanggihan media informasi akibat tripel T revoltitior: (Transportation, Telecomunication, Trade), serta kecenderungan mengedepankan sikap rasional. Fenomena ini mendorong terjadinya pergeseran atau perubahan nilai-nilai sosial. Salah satunya media sosial yang konsisten mengawal pembangunan adalah nawacita.co dan media-media mainstream lainnya.

Konsekuensi logis dari perubahan sosial dan dampak globalisasi di masa depan adalah pada satu sisi akan terbuka peluang untuk memanfaatkannya demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat, namun sisi lainnya, semua elemen masyarakat. Khususnya para pengambil kebijakan bangsa dan negara jika tidak mampu mengadaptasi atau menyesuaikan diri, tentu akan membuat kita tertinggal dalam suasana keterbelakangan, yang akhirnya memunculkan rasa kecewa dan frustasi. 

Baca Juga : Gibran dan Masa Depan Anak Muda Indonesia – Oleh Nuril Anwar

Selain itu, derasnya arus globalisasi yang hampir tak terbendung menyebabkan semakin meluasnya budaya Barat dalam bentuk gaya hidup dan budaya baru yang tidak semuanya sesuai dengan nilai dan kepribadian Pancasila. Seperti, dewasa ini budaya “junk food” semakin marak, penerimaan informasi instan dari internet tanpa adanya filtrasi yang berdampak pada pola pikir dan gaya hidup yang menginginkan segala sesuatunya serba instan, tidak mau bekerja keras. Merebaknya tayangan televisi dan media sosial yang menyebarkan gaya hidup glamour, materialis dan hedonisme, dan lain sebagainya.

Mencermati kecenderungan-kecenderungan tersebut di atas, sudah saatnya bangsa ini merevitalisasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila pada tataran praktis agar dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan demokrasi, politik, kehidupan ekonomi dan sosial budaya. Aktualisasi ini semakin penting di negeri ini. Dalam perspektif tersebut, revitalisasi Pancasila diperlukan untuk memperkuat daya ingat dan meningkatkan pemahaman, penghayatan, dan pengamalan Pancasila dalam berbagai aspek masyarakat yang majemuk. (Yuniarto, 2018, hal. 26). Dan diharapkan aktualisasi Pancasila tersebut dapat meluas serta berkelanjutan di tangan Prabowo dan Gibran.

Sikap Prabowo yang menginspirasi dan Gibran yang penuh inovasi diharapkan mampu meningkatkan Indonesia di berbagai bidang, khususnya perekonomian bangsa dan negara yang menjadi indikator penting dalam sebuah pembangunan negara. Konsistensi pantang menyerah dan perjuangan politik seorang Prabowo berasal dari nilai-nilai keprajuritan melekat di dalam diri Prabowo. Bahkan dia menganggap dunia bisnis itu juga sama dengan dunia militer dan keprajuritan. Keduanya harus memiliki semangat pantang menyerah. Prabowo Subianto yang memiliki semangat tinggi, sehingga dia gigih memperjuangkan cita-citanya. Hal ini menyebabkan Prabowo menjadi orang yang pantang menyerah. Prabowo akan mencoba berbagai cara untuk dapat mencapai keinginannya tersebut, terlebih untuk kepentingan bangsa dan negara. Ciri-ciri lain yang menonjol dari Prabowo Subianto adalah mengandalkan kerja fisik, disiplin ketat dan tegas. Inilah sifat dan bekal dari seorang Prabowo Subianto yang dibutuhkan sebagai pemimpin sebuah bangsa ini. 

Terlebih didampingi anak muda (Gibran Rakabuming) yang penuh inovasi dan cepat dalam beradaptasi terhadap tuntutan kemajuan zaman. Tentu ini akan menjadi kolaborasi yang lengkap dalam membangun sebuah Negara Kepulauan bercirikan Nusantara. Karena kemajuan suatu bangsa sangat berkaitan erat peran pemudanya, bagaimana ia produktif dalam kegiatan kemajuan. 

Dengan begitu maksud  penerus bangsa ini mengartikan  peranan pemuda sangat berkaitan dan bergantung pada peranan pemuda tersebut, yang menjadikan satuan komponen penting pada proses pembangunan bangsa Indonesia maupun penerus bangsa. Artinya bangsa Indonesia memiliki peran pemuda sebagai agen perubah  agar terciptanya bangsa yang lebih maju dan membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia.

Melalui gerakan tersebut, dapat memajukan bangsa Indonesia kepada arah lebih positif melalui perubahan-perubahan tersebut. Meskipun banyak sekali halangan dan tantangan yang dapat mempengaruhi perubahan-perubahan tersebut, tetapi semangat dan menengok kepada perjuangan sumpah pemuda yang diraih dan memaknai kemerdekaan sebagai perjuangan yang telah dilakukan oleh penerus bangsa dengan memberikan perubahan. Peran pemuda sebagai agent of change juga berpengaruh pada perawatan dan pengokohan nilai-nilai. Dengan melalui perawatan dan pengokohan tersebut, jika suatu saat terjadi pelunturan nilai-nilai, maka penerus bangsa bergerak dengan melindungi nilai-nilai yang ada. Dengan begitu penerus bangsa dapat menjaga kekuatan moral sebagai komponen penting dalam sebuah upaya penjagaan nilai-nilai yang terdapat pada masyarakat. Dan peranan penerus bangsa juga sebagai social control bagi kehidupan sekitar dan bangsanya. (Khansa & Dewi, 2022).

Contoh kepemimpinan dari dua sosok tersebut (Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka), tergambar memiliki jiwa kepemimpinan, karena jiwa kepemimpinan itu penting dan harus dikembangkan. Jiwa kepemimpinan berguna untuk memimpin suatu masyarakat agar memiliki tujuan yang jelas. Pemimpin adalah orang yang mengemban tugas dan tanggung jawab untuk memimpin dan bisa mempengaruhi masyarakat yang dipimpinnya. Dengan menjadi seorang pemimpin bangsa, berarti harus siap untuk mengayomi masyarakat. Artinya bukan hanya memimpin tetapi juga menyejahterakan masyarakat. Pemimpin harus dapat mengayomi dan mendidik semua masyarakat, agar terciptanya lingkungan yang aman dan damai. Dan pemimpin bangsa itu harus memiliki kepribadian yang baik karena menjadi contoh bagi masyarakat. Itulah harapan kita semua jiwa kepemimpinan yang akan kita rasakan untuk bangsa dan negara kita tercinta ini selama lima tahun ke depan.

Nuril Anwar
Nuril Anwar
Koordinator Relawan PILAR 08 Jakarta dan Kepala Sekolah Pemimpin Muda Andalusia

Lebih lanjut, Prabowo-Gibran diharapkan betul-betul mampu mengimplementasikan Pancasila. Setelah unggul hasil Quick Count dari berbagai sumber menunjukkan sikap patriotisme, pantang menyerah dan pengalaman Prabowo. Serta inovasi ide-ide cemerlang Gibran, diharapkan mampu meningkatkan taraf kesejahteraan rakyat selama lima tahun ke depan. Dua orang yang berpengalaman matang dalam bisnis itu (Prabowo-Gibran) tentu akan sangat penting untuk bekal dalam mengelola pengembangan sumber daya bangsa dan negara yang begitu kompleks, terlebih zaman sekarang. Karena sangat terasa bahwa saat ini adanya perkembangan usaha berbasis online dan berbagai bentuknya tentu harus disikapi dengan baik, dengan terus melakukan inovasi, mengasah kreativitas, dan memaksimalkan sumber daya dimiliki, khususnya sumber daya manusia. 

Selamat berjuang Prabowo-Gibran untuk Indonesia!

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here