Bom Meledak di Iran 100 Orang Tewas, Rusia Buka Suara

Bom Meledak di Iran 100 Orang Tewas
Bom Meledak di Iran 100 Orang Tewas, Rusia Buka Suara
top banner

Bom Meledak di Iran 100 Orang Tewas, Israel Diduga Dalangnya

JAKARTA, Nawacita – Bom Meledak di Iran 100 Orang Tewas, Presiden Rusia Vladimir Putin memberi respons terkait pemboman yang menewaskan lebih dari 100 orang di Iran, Rabu.

Sebelumnya, dua bom meledak di Kreman, Iran tenggara, saat ribuan orang tengah menghadiri peringatan kematian Jenderal Garda Revolusi Qassim Solemaini yang tewas karena serangan Amerika Serikat (AS), 2020 lalu.

“Mengutuk terorisme dalam segala bentuknya” kata Putin sebagaimana dimuat kantor berita Rusia, RIA Novoski.

“Serangan terhadap masyarakat damai sangat mengejutkan karena kekejaman dan sinismenya,” tambahnya. Pernyataan itu ia berikan langsung dalam surat khusus. Ini ditujukan ke Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamaenei.

Dua ledakan mengguncang Iran, Rabu waktu setempat. Hal ini terjadi saat upacara peringatan kematian Jenderal Qassem Solemaini, yang terbunuh 2020 lalu karena serangan drone Amerika Serikat (AS) saat Donald Trump menjadi presiden.

Setidaknya dalam update terbaru Kamis (4/1/2024), 103 orang tewas sementara 211 luka-luka. Ledakan pertama dan kedua berjarak 20 menit di lokasi yang hampir sama, di mana warga ramai berkumpul, di kota Kerman, tenggara Iran, tempat Soleimani dimakamkan.

Seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita negara IRNA bahwa dua alat peledak ditanam di sepanjang jalan menuju pemakaman. Namun bom tersebut diledakkan dari jarak jauh.

Video yang disiarkan oleh media pemerintah Iran menunjukkan puluhan mayat berlumuran darah berserakan. Beberapa orang berusaha membantu para penyintas dan yang lainnya bergegas meninggalkan lokasi ledakan.

“Saya mendengar suara yang sangat keras dan kemudian merasakan sakit di punggung saya…kemudian saya tidak bisa merasakan kaki saya,” kata seorang wanita yang terluka karena kejadian itu.

Baca Juga: Israel Bom Area RS Indonesia di Gaza, 20 Orang Tewas

“Suara yang mengerikan terdengar di sana, meskipun keamanan dan keselamatan telah dilakukan,” kata Reza Fallah, Kepala Masyarakat Bulan Sabit Merah Kerman.

Bom Meledak di Iran 100 Orang Tewas
Bom Meledak di Iran 100 Orang Tewas, Israel Diduga Dalangnya.

Sejauh ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Namun peristiwa terjadi sehari setelah drone Israel menyerang Beirut, Lebanon, membuat salah satu petinggi Hamas Saleh Al Arouri tewas, dan dikhawatirkan meningkatkan eskalasi perang seiring kemarahan Lebanon, Hizbullah dan Iran.

Presiden Iran Ebrahim Raisi mengutuk peristiwa itu sebagai “kejahatan keji dan tidak manusiawi”. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei bersumpah akan membalas dendam atas dua pemboman berdarah tersebut.

“Penjahat yang kejam… harus tahu bahwa mereka akan ditindak tegas mulai sekarang,” kata Khamaei dikutip Reuters.

“Tidak diragukan lagi akan ada tanggapan yang keras,” tambahnya.

Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan menggunakan semua cara internasional untuk mengidentifikasi dan mengadili mereka yang terlibat dalam serangan. Ini pun termasuk para pendukungnya.

Beberapa negara, termasuk Rusia dan Turki, mengutuk serangan tersebut. Sekretaris Jenderal PBB menyerukan agar mereka yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.

Ini menjadikannya serangan paling mematikan dalam sejarah Republik Islam itu. Di masa lalu, Iran menyalahkan Israel atas serangan terhadap individu atau tempat perbatasannya, meski klaim tersebut tidak dikonfirmasi atau disangkal oleh Israel.

AS sendiri cepat berkomentar atas insiden ini. Paman Sam, sekutu Israel, mengatakan tidak ada indikasi bahwa Israel berada di balik ledakan tersebut.

cnbnws.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here