Wednesday, July 17, 2024
HomeSTARTUPLifeStyle4 Tips Jitu Lihat Sunrise Bromo Dengan Maksimal

4 Tips Jitu Lihat Sunrise Bromo Dengan Maksimal

Surabaya, Nawacita – Gunung  Bromo adalah salah satu destinasi wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Keindahan Alamnya yang membuat penasaran bagi para traveller

Namun tidak jarang para wisatawan kurang memperhatikan tips apa saja agar dapat memanjakan mata, salah satu hal yang sulit dilewatkan jika berkunjung ke sini.

Hal itu karena panorama sunrise di Bromo dapat dinikmati dari ketinggian, misalnya dari Bukit Pananjakan di Pasuruan, yang berada lebih tinggi dari Bromo itu sendiri.

Bagi traveler yang ingin menikmati panoramanya, berikut  rangkuman tipsnya:
1. Datang Dini Hari
Memang matahari muncul di balik Bromo sekitar pukul 05.00 WIB. Namun begitu, banyak traveler yang berkunjung ke kawasan Bukit Pananjakan sejak dini hari. Itu lantaran traveler mesti mempersiapkan diri di area Bukit Pananjakan sedari awal agar tidak terkena macet.

Pasalnya area ini didatangi oleh traveler yang berangkat dari tiga kabupaten, yakni Malang, Probolinggo, Pasuruan, sehingga jumlah antriannya menuju puncak tidak dapat diprediksi.

Selain itu, semakin awal traveler datang, traveler akan mendapatkan spot sunrise terbaik. Misalnya saja Pananjakan Satu, yakni spot sunrise paling terkenal dan dinilai paling ciamik.

2. Persiapkan Pakaian Hangat
Pada area sunrise spot di Bukit Pananjakan, hawa begitu dingin karena berada di ketinggian sekitar 2.770 mdpl. Selain itu, menanti sunrise di sini yang dilakukan sejak dini hari membuat udara begitu dingin menusuk ke badan.

Oleh karenanya, traveler yang ingin berburu sunrise dari sini mesti mengenakan pakaian hangat. Traveler bisa membawa jaket tebal, sarung tangan, syal, hingga topi kupluk untuk menghangatkan. Namun jika tidak membawanya, traveler pun dapat menyewa atau membelinya di sekitar lokasi sunrise point.

3. Persiapkan Perbekalan
Bagi traveler yang menikmati panorama Bromo akan dilakukan dalam waktu yang panjang, yakni sedari dini hari hingga siang hari. Mulai dari menikmati sunrise, berjalan di pasir berbisik, menyusuri tangga di kawah, hingga bersantai memandangi savana.

Oleh karenanya, traveler mesti mempersiapkan perbekalan ketika berkunjung. Itu juga karena di area Bromo memang terdapat beberapa warung dan penjual makanan dan minuman seperti mie, bakso, kopi, ataupun teh.

Namun, khususnya di area sunrise point, warung makan yang tersedia tak sebanyak jumlah wisatawan yang berkunjung. Sehingga, traveler berpotensi tidak mendapatkan tempat ketika pengunjung sedang ramai.

“Yang perlu di dipersiapkan juga, karena menuju ke Bromo itu jam 11-12, itu sampai pagi itu di daerah sana, di daerah puncak sana tidak ada restoran. Oleh karena itu sarapan paginya biasanya ya yang ready di sana hanya sekedar mie dan sebagainya itu. Oleh karena itu untuk para wisatawan yang punya apa, makanan-makanan khusus yang memang dipersiapkan itu juga bisa dipersiapkan sendiri supaya terjaga kesehatannya.

4. Menuju Pasir Berbisik Lebih Awal
Salah satu yang mungkin tidak diketahui traveler yang baru pertama singgah ke Bromo adalah, jalanan di area sunrise point kerap kali macet. Bahkan, menurut pengemudi jip lokal, Tommy Romansyah, ia sempat terjebak macet selama satu jam ketika turun dari sunrise point menuju area Pasir Berbisik.

Oleh karenanya, traveler yang telah puas menikmati pemandangan sunrise di atas Bukit Pananjakan, mesti buru-buru turun untuk sampai lebih dulu di kawasan Pasir Berbisik, atau area kawasan Bromo. dtk

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru