BNPT: Cegah Radikalisme, PT KAI Perlu Miliki Imunitas Tinggi

Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris
Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris
top banner

BNPT: Cegah Radikalisme, PT KAI Perlu Miliki Imunitas Tinggi

Jakarta, Nawacita | PT KAI sebagai penyedia layanan transportasi publik perlu miliki imunitas yang tinggi untuk mencegah potensi ancaman radikalisme. Hal itu dikatakan oleh Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irfan Idris.

Irfan mengungkapkan, tingkat imunitas tersebut menjadi krusial dalam upaya mencegah serta menghindari kemungkinan pegawai PT KAI yang dapat menyalahgunakan posisi dan pekerjaannya untuk aksi teror.

“PT Kereta Api Indonesia memiliki tanggung jawab dalam bidang transportasi. Jika individu yang terpengaruh oleh paham radikal menyalahgunakan tanggung jawab ini, keselamatan masyarakat berada dalam risiko besar karena kereta api ini mengangkut penumpang dalam jumlah besar,” ujar Irfan Idris, Kamis (24/8/2023).

Oleh karena itu, dia berpendapat bahwa PT KAI perlu memiliki sistem deteksi yang berlapis dan berkelanjutan untuk memastikan bahwa insiden yang melibatkan pegawai KAI dalam jaringan teroris dapat dihindari di masa yang akan datang.

Selain tindakan yang diambil oleh perusahaan, kesadaran terhadap bahaya paham ekstrem dan radikal juga harus dimiliki oleh semua pegawai.

ilustrasi
ilustrasi

“Jika insan-insan di PT Kereta Api Indonesia tidak memiliki imunitas yang tinggi terhadap paham radikal, dampaknya bisa sangat merusak. Terorisme merupakan kejahatan serius yang mengancam banyak nyawa,” tambahnya.

Terhadap hal ini, Direktur Pencegahan BNPT menyambut positif acara Townhall Wawasan Kebangsaan dan Cinta Tanah Air bagi Pekerja PT KAI yang diadakan oleh PT KAI untuk pegawainya.

Acara tersebut dianggap sebagai salah satu langkah preventif untuk mencegah ekstremisme dan radikalisme di lingkungan pekerja KAI.

“Seminar semacam ini seharusnya menjadi kegiatan berkelanjutan. Ini menjadi contoh baik bagi BUMN lain dan industri lain untuk mengambil langkah serupa,” kata Irfan.

Komisaris Utama PT KAI KH Said Aqil Siradj mengungkapkan, kejadian yang melibatkan pegawai KAI dalam kasus teror perlu dijadikan momen untuk memperkuat upaya deteksi dini terhadap radikalisme di dalam perusahaan.

Baca Juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Karyawan BUMN di Bekasi

“Seminar kebangsaan seperti ini harus terus berlanjut. Ini tidak hanya cukup dilakukan sekali, dan tidak hanya di pusat, tetapi juga di setiap daerah operasi atau divisi regional, dan bahkan di setiap BUMN,” ungkap Said Aqil Siradj.

Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo, menjelaskan, seminar kebangsaan yang diadakan oleh perusahaan menunjukkan komitmen PT KAI untuk tidak mentoleransi tindakan terorisme dan paham radikal dalam bentuk apa pun.

“Kami akan mengambil tindakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku, dan kami bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menegakkan disiplin. Semua yang melanggar aturan akan ditindak tegas,” tegas Didiek. brtst

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here