Studi: Segenggam Kacang Bisa Kurangi Risiko Depresi, Ini Penjelasannya

kacang almond
kacang almond
top banner

Studi: Segenggam Kacang Bisa Kurangi Risiko Depresi, Ini Penjelasannya

Jakarta, Nawacita | Sebuah penelitian menyebutkan bahwa segenggam kacang bisa kurangi risiko depresi hingga 17 persen. Hal itu dipublikasikan dalam jurnal Clinical Nutrition.

Dalam studi itu, seperti disiarkan Medical Daily, peneliti menganalisis data dari sekitar 13.000 orang dengan usia rata-rata 58 tahun dari Biobank Inggris, database biomedis berskala besar.

Dilansir Antara pada Sabtu (19/8/2023), para peserta tidak mengalami depresi pada awal penelitian. Lalu, peneliti menggunakan kuesioner mencatat asupan kacang dan gejala depresi atau penggunaan antidepresan pada peserta.

kacang tanah
kacang tanah

Peneliti mengatakan konsumsi kacang rendah hingga sedang yakni nol hingga satu porsi (30 gram per hari) dikaitkan dengan risiko depresi 17 persen lebih rendah selama masa tindak lanjut 5,3 tahun dibandingkan dengan tanpa konsumsi kacang.

Mereka percaya efek perlindungan kacang berasal dari sifat anti-inflamasi dan antioksidan, meski penelitian tersebut belum melakukan analisis penyebabnya.

“Nutrisi ini mencegah peradangan di seluruh tubuh, termasuk otak. Para peneliti percaya peradangan di otak adalah penyebab banyak penyakit, seperti demensia dan depresi,” kata Natalie Rizzo pakar diet yang tidak terlibat dalam studi itu.

Menurut Rizzo, studi ini menunjukkan korelasi antara konsumsi kacang dan insiden depresi yang lebih rendah, tetapi memang demikian tidak menunjukkan sebab-akibat.

Baca Juga: Rutin Konsumsi Stroberi Tiap Hari Bagus untuk Kesehatan Jantung dan Otak

Sementara itu, beberapa pakar meyakini asam amino dalam kacang, seperti arginin, glutamin, serin, dan triptofan, memberikan manfaat karena penurunan kadar asam amino berhubungan dengan depresi.

Selain mengurangi risiko depresi, kacang-kacangan juga bermanfaat untuk kesehatan jantung. Konsumsi kacang dikaitkan dengan penurunan kadar kolesterol LDL dan trigliserida dalam tubuh.

Ketika kadar kolesterol berkurang, pada gilirannya mengurangi risiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung. antr

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here