Tantangan Sopir Bus Ijo Mojokerto-Surabaya Akibat Kehadiran Trans Jatim : Curhat dan Dampaknya

Persaingan baru, keberadaan Bus Ijo akan terancam oleh kehadiran Bus Trans Jatim Koridor II. (Foto : Fio Atmaja)
Persaingan baru, keberadaan Bus Ijo akan terancam oleh kehadiran Bus Trans Jatim Koridor II. (Foto : Fio Atmaja)
top banner

Tantangan Sopir Bus Ijo Mojokerto-Surabaya Akibat Kehadiran Trans Jatim : Curhat dan Dampaknya

Mojokerto, Nawacita – Keberadaan Bus Trans Jatim koridor II yang resmi beroperasi sejak, Minggu (20/8/2033) kemarin, akan menjadikannya suatu persaingan baru. Bus Trans Jatim ini akan bersaing dengan Bus Hijau atau Bus Ijo, yang merupakan angkutan lama yang sudah melayani rute antara kedua kota itu selama puluhan tahun.

Meskipun bus Trans Jatim menjadi ancaman bagi para sopir Bus Ijo, mereka tidak takut. Mereka masih percaya bahwa Bus Ijo memiliki pelanggan yang loyal dan tidak akan beralih ke bus baru.

Dari Terminal Kertajaya di Mojokerto, Bus Ijo dan Bus Trans Jatim memiliki rute yang mirip, yaitu melewati Pasar Krian. Namun, setelah Medaeng, Bus Ijo menuju Terminal Joyoboyo di Surabaya, sementara Bus Trans Jatim menuju Terminal Purabaya atau Bungurasih di Sidoarjo.

Trans Jatim memiliki keunggulan dari segi harga. Bus Ijo mengenakan biaya Rp 12 ribu untuk setiap penumpang dari Terminal Kertajaya ke Terminal Joyoboyo atau sebaliknya. Sementara itu, Bus Trans Jatim Koridor II hanya mematok harga Rp 5 ribu untuk semua jarak. Selain itu, angkutan umum baru ini juga menawarkan kenyamanan yang lebih baik.

Persaingan baru, keberadaan Bus Ijo akan terancam oleh kehadiran Bus Trans Jatim Koridor II. (Foto : Fio Atmaja)
Persaingan baru, keberadaan Bus Ijo akan terancam oleh kehadiran Bus Trans Jatim Koridor II. (Foto : Fio Atmaja)

Para sopir Bus Ijo tidak langsung menyerah meskipun Bus Trans Jatim sudah mulai beroperasi. Hal ini diungkapkan oleh Njoto, seorang sopir Bus Ijo yang sudah menjalankan aramada tersebut dari tahun 1995. Sopir bus berasal dari Desa Ngimbangan, Mojosari, Mojokerto, mengatakan bahwa ia sudah mendapat informasi tentang kehadiran Bus Trans Jatim Koridor II.

“Meski baru diresmikan pada, Minggu (21/8/2023) kemarin, kami tidak tahu kedepannya apakah mempengaruhi penghasilan biasanya, karena baru berjalan hari ini. Kita lihat saja kedepannya seperti apa,” ucap Njoto kepada Nawacita di terminal Kertajaya, Senin (21/8/2023).

Njoto sudah tahu bahwa Bus Ijo akan kehilangan sebagian penumpangnya karena adanya Bus Trans Jatim Koridor II. Tetapi, ia tidak patah semangat dan yakin bahwa ia masih bisa menjaga pelanggan setianya.

“Bus Trans Jatim Koridor II tidak melayani rute sampai Terminal Joyoboyo. Ini bisa menjadi kesempatan bagi Bus Ijo, karena penumpang yang ingin ke sana harus naik angkutan lain atau naik Bus Ijo dari Medaeng dengan biaya Rp 7 ribu. Jadi, penumpang harus mengeluarkan uang Rp 12 ribu jika mau oper angkutan lain,” katanya.

Menurutnya, tarif Rp 12 ribu itu hanya berlaku untuk pelanggan setia Bus Ijo. Meskipun keberadaan Bus Ijo memang tidak banyak, tapi kami lebih cepat, karena Bus Trans Jatim hanya boleh melaju 40 kilometer per jam.

Baca Juga: Komisi D Ingin Masyarakat Dapat Manfaat Bus Trans Jatim Rute Mojokerto-Surabaya

Njoto mengatakan bahwa Bus Ijo membutuhkan waktu 75-80 menit untuk perjalanan satu arah dari Mojokerto ke Surabaya di pagi hari. Ia biasanya berangkat dari Terminal Kertajaya pada pukul 04.45 WIB dan tiba di Terminal Joyoboyo pada pukul 06.00 atau 06.05 WIB. Namun, di siang hari, waktu perjalanan menjadi 90 menit.

“Kalau naik Trans Jatim, penumpang harus berangkat lebih awal karena kecepatan dibatasi, maka dari itu kami berusaha bersaing dengan waktu untuk mempertahankan para pelanggan setia,” ujarnya.

Penghasilan Njoto menghasilkan Rp 225 ribu setiap hari. Ia selalu mengangkut penumpang dari Terminal Kertajaya ke Joyoboyo dan kembali lagi dua kali sehari. “Penumpangnya paling banyak pada Senin pagi dari Mojokerto. Biasanya, penumpangnya turun di Medaeng dan naik bus besar dari sana,” tukasnya.

Bus Trans Jatim koridor II telah resmi di operasikan, Minggu (20/8/2023) kemarin. Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah di Terminal Kertajaya Kota Mojokerto.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here