OJK KR 4 Jatim : IJK tetap resilien hingga Juni 2023

top banner

OJK KR 4 Jatim : IJK tetap resilien hingga Juni 2023

Surabaya, Nawacita  – 17 Agustus 2023 OJK KR 4 Jawa Timur, menilai stabilitas IJK tetap resilien hingga Juni 2023, dukungan dari permodalan solid, likuiditas memadai, risiko terjaga, dan kinerja intermediasi meningkat di tengah divergensi pemulihan global.

Kinerja perekonomian Jawa Timur positif dengan inflasi turun menjadi 4,11 persen yoy dari 4,59 persen bulan sebelumnya. Perkembangan IJK di Jawa Timur positif di sektor Perbankan, Pasar Modal, dan IKNB

Perkembangan Sektor Perbankan 

Kepala OJK Regional 4 Jawa Timur – Giri Tribroto menyampaikan. Kredit perbankan Juni 2023 tumbuh 5,85% (yoy) menjadi Rp553 triliun. Kredit investasi tumbuh tertinggi 9,21% yoy. Pertumbuhan DPK melambat menjadi 3,33% menjadi Rp728 triliun. Deposito mengalami pertumbuhan tertinggi 7,04%. LDR/FDR di Jawa Timur pada Juni 2023 sebesar 76,02%.

OJK mendorong intermediasi dengan menjaga keseimbangan kredit dan likuiditas yang baik. Likuiditas perbankan pada Juni 2023 memadai. Rasio AL/NCD dan AL/DPK masing-masing 140,35% dan 28,37%, melebihi treshold 50% dan 10%.

Kualitas kredit baik dengan NPL net 1,34% dan NPL gross 3,52%. Kredit restrukturisasi Covid-19 Rp30,56 triliun dengan 167 nasabah. Dari total 127 nasabah, sebesar Rp17,87 triliun atau 58,48 persen merupakan kredit restrukturisasi Covid-19 yang bersifat targeted. Ini berlaku untuk periode restrukturisasi selama 1 tahun sampai 31 Maret 2024 pada segmen, sektor, industri, dan daerah tertentu.

Baca Juga : OJK Terbitkan Aturan Perdagangan Bursa Karbon

” Untuk mengantisipasi potensi risiko yang mungkin timbul ke depan, kondisi industri perbankan tercatat cukup resillien dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 30,03 persen.” ujarnya

Perkembangan Pasar Modal 

Sejalan dengan penguatan pasar keuangan global, jumlah investor saham meningkat menjadi 638.976 Single Investor Identification (SID) atau tumbuh 20,60 persen (yoy), investor SBN meningkat menjadi 123.524 SID atau tumbuh 25,78 persen (yoy), dan investor reksadana meningkat menjadi 1.390.043 SID atau tumbuh 23,87 persen (yoy).

Pada bulan Juni 2023, nilai transaksi saham di Jawa timur sebesar Rp18.018 miliar menurun 45,03 persen dibandingkan posisi yang sama tahun lalu. Namun jumlah kepemilikan saham tercatat sebesar Rp92.459 miliar atau meningkat 0,52 persen (yoy). Sementara untuk transaksi reksadana menjadi sebesar Rp532 miliar atau terkontraksi 1,28 persen namun jumlah nasabah mengalami peningkatan.

Sedangkan untuk penggalangan dana pada Securities Crowdfunding (SCF) yang merupakan alternatif pendanaan bagi UMKM hingga Juni 2023, di Jawa Timur telah terdapat 1 penyelenggara yang telah mendapatkan izin dari OJK, 25 UMKM Penerbit, 7.946 Investor dengan jumlah penghimpunan dana mencapai Rp35 miliar.

Perkembangan Sektor Industri Keuangan Non Bank (IKNB)

Kemudian, pada sektor IKNB, akumulasi pendapatan premi sektor asuransi di Jawa Timur selama periode Januari sampai dengan Juni 2023 mencapai Rp7.698 miliar atau meningkat 0,68 persen untuk asuransi jiwa dan Rp2.138 miliar atau terkontraksi 0,10 persen untuk asuransi umum secara yoy.

Baca Juga : Ketua OJK: Kemitraan Mampu Sejahterakan Petani Sawit

Total aset dana pensiun di Jawa Timur pada posisi Juni 2023 mencapai Rp4.222 miliar atau tumbuh sebesar 13,42 persen (yoy). Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan total investasi sehingga posisi Juni 2023 tercatat sebesar Rp4.126 miliar atau meningkat 14,52 persen (yoy).

Nilai outstanding piutang perusahaan pembiayaan di Jawa Timur posisi Juni 2023 menjadi sebesar Rp41.431 miliar atau tumbuh sebesar 9,82 persen (yoy). Profil risiko Perusahaan Pembiayaan masih terjaga dengan rasio non performing financing (NPF) gross tercatat sebesar 3,32 persen.

Total aset industri penjaminan di Jawa Timur posisi Juni 2023 mencapai Rp525 miliar atau tumbuh 28,90 persen (yoy) sementara nilai penjaminan tercatat sebesar Rp7.095 miliar atau tumbuh 11,84 persen secara yoy dengan gearing ratio sebesar 32,29 kali.

Kinerja fintech peer to peer (P2P) lending di Jawa Timur posisi Juni 2023 tumbuh menjadi sebesar Rp6.473 miliar atau tumbuh 17,99 persen secara yoy. Sementara itu, tingkat risiko kredit secara agregat (TWP-90) sebesar 3,61 persen.

Perkembangan Edukasi dan Pelindungan Konsumen

Sejak awal Januari hingga 31 Juli 2023, melalui Aplikasi Portal Pelindungan Konsumen (APPK) OJK KR 4 telah menangani 323 permintaan layanan dari konsumen Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) yang berkantor pusat di wilayah kerja KR 4, terdiri atas 312 pengaduan, delapan informasi dan tiga pertanyaan. Mayoritas pengaduan berasal dari sektor Perbankan, dengan jenis permasalahan yang paling banyak diadukan mengenai Permohonan Keringanan (Restrukturisasi/Relaksasi) Kredit/Pembiayaan, Perilaku Petugas Penagihan, dan Permasalahan Pelunasan Kredit/Pembiayaan Dipercepat.

Jika berdasarkan wilayah kejadian, maka OJK KR 4 Jawa Timur telah menindaklanjuti sebanyak 5.885 pengaduan konsumen di Provinsi Jawa Timur dengan 80,12 persen solusi yang ditawarkan oleh PUJK (bidang Perbankan, Pasar Modal dan IKNB) disetujui oleh konsumen. Adapun 3 sektor yang paling panyak diadukan adalah Perbankan (54,47 persen), IKNB Lembaga Pembiayaan (18,95 persen), dan IKNB Fintech (18,46 persen).

Penanganan isu pelindungan konsumen dan untuk mendorong pemerataan literasi dan inklusi keuangan, OJK akan terus melakukan program literasi dan inklusi keuangan secara masif secara tatap muka (offline) maupun daring (online) melalui Learning Management System (LMS) dan media sosial.

Selanjutnya, per 31 Juli 2023, OJK KR 4 Jawa Timur telah melaksanakan 84 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 14.341 orang peserta. Instagram OJK_Jatim, sebagai saluran media komunikasi yang khusus menginformasikan konten terkait edukasi keuangan kepada masyarakat secara digital, telah memublikasikan konten edukasi keuangan sebanyak 367 postingan, dengan jumlah pengikut sebanyak 5.001 followers dan jumlah pengunjung sebanyak 114.160 viewers. Selain itu, OJK KR 4 Jawa Timur telah meminta seluruh peserta edukasi maupun mahasiswa magang untuk menggunakan Learning Management System Edukasi Keuangan (LMSKU) dan mengakses modul-modul yang terdapat di dalamnya dengan setidaknya penerbitan sebanyak 866 sertifikat kelulusan modul.

Perkembangan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD)

OJK KR 4 Jawa Timur terus mendorong peran TPAKD sebagai forum koordinasi akselerasi perluasan akses keuangan regional untuk menunjang pemerataan literasi dan inklusi keuangan di Jawa Timur. Sampai dengan saat ini telah terbentuk 32 TPAKD di Jawa Timur (84 persen dari seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur).

OJK KR 4 bersama dengan TPAKD Kabupaten Jombang pada tanggal 3 Agustus 2023 melakukan pembukaan implementasi program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) di Desa Ngampungan (Wisata Pandansili), Kab. Jombang untuk mendukung upaya Pemerintah dalam mengembangkan dan memberdayakan desa secara terpadu guna mendorong transformasi sosial, budaya dan ekonomi desa serta meningkatkan literasi dan inklusi di wilayah pedesaan. Tahapan selanjutnya yang akan dilakukan agar program Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan yang optimal di wilayah tersebut adalah melakukan pendampingan dan edukasi terkait dengan produk dan layanan jasa keuangan serta pemberdayaan masyarakat.

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan oleh OJK KR 4 Jawa Timur bersama dengan TPAKD dan stakeholder lainnya dalam rangka peningkatan literasi dan inklusi keuangan, antara lain:

  1. Pelaksanaan coaching clinic dan Workshop aplikasi SiTPAKD;
  2. Pemberian rekening Kejar kepada 1.000 siswa dan santri serta sosialisasi program kejar dan keuangan Syariah Bersama TPAKD Kab. Jombang;
  3. Penyerahan tabungan simpel kepada 1.000 siswa dan aktivasi katepay pada Hari Anak Nasional bersama TPAKD Kota Surabaya;
  4. Workshop SCF Syariah bagi UMKM Surabaya dan business matching pelaku UMKM dengan Penyelenggara SCF Syariah bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS);
  5. Festival Keuangan Inklusif tahun 2023 bagi penyandang disabilitas bersama D-Link Project.

Dn

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here