Posyandu Lansia tak punya alat cek gula darah, padahal penting

Posyandu Lansia tak punya alat cek gula darah, padahal penting
top banner

Posyandu Lansia tak punya alat cek gula darah, padahal penting

Surabaya, Nawacita – Legislator Fraksi PDIP Surabaya Anas Karno terus blusukan mendatangi perkampungan warga. Sasarannya kali Posyandu Lansia Fajar Asih di RW 03 Kelurahan Nginden Jangkungan.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya tersebut, menyerahkan bantuan alat cek gula darah, kolesterol dan asam urat. Ditambah timbangan badan digital.

“Saya disambati Kader Surabaya Hebat Posyandu Fajar Asih, karena mereka tidak punya alat cek gula darah dan timbangan badan. Sedangkan alat kelengkapan tersebut sangat dibutuhkan,” ujarnya pada Minggu (13/08/2023).

Anas mengatakan alat cek gula darah, kolesterol dan asam urat memang penting untuk kebutuhan layanan kesehatan Lansia.

“Karena kadang yang bersangkutan tidak merasakan gejala sakit ketika gula darahnya tinggi, begitu pula dengan kolesterol atau asam urat,” terangnya.

Baca Juga : Fraksi PDIP DKI ke Surabaya, Sinyal Risma Ikut Pilkada DKI

Dengan pemeriksaan yang rutin dan terjadwal akan diketahui apakah kondisi gula darah, kolesterol dan asam urat normal atau diatas ambang batas.

“Dengan begitu Lansia bisa mengatur pola hidup sehat diantaranya pola makan. Semoga bantuan ini dapat memaksimalkan layanan Posyandu Fajar Asih,” jelasnya.

Sementara itu Murtianah Ketua Posyandu Lansia Fajar Asih mengatakan sudah lama pihaknya membutuhkan alat cek gula darah.

“Karena alat ini penting bagi layanan kesehatan Lansia. Begitu pula alat timbang badan. Karenanya kita sampaikan ke Pak Anas,” imbuhnya.

Baca Juga : Anas Karno Meminta Kepada PD Pasar Surya Gercep Merenovasi Pasar Kembang 

Selain dua alat tadi, Posyandu Fajar Asih juga membutuhkan alat ukur tensi darah.

“Karena yang kita miliki sudah tak maksimal lagi kerjanya,” terang Murtianah.

Murtianah menambahkan, Posyandu Lansia Fajar Asih melayani 93 orang Lansia dari RW 03 dan beberapa orang dari RW sekitarnya.

“Namun sejak Covid dibatasi menjadi 55 orang sampai sekarang. Begitu pula jadwal layanan yang semula seminggu sekali sekarang hanya sebulan sekali,” terangnya.

Menurut Murtianah setiap melakukan layanan kesehatan terhadap Lansia, pihaknya kerap didampingi dokter atau petugas medis dari Puskesmas Menur.

“Sehingga kalau ada kejadian pasien sakit mendadak, bisa langsung dibawa ke Puskesmas atau dirujuk ke rumah sakit,” pungkasnya.

dn

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here