Thursday, July 25, 2024
HomeMENTERITanggapi Rencana Jepang Buang Limbah Nuklir ke Laut, Menteri ESDM: Nggak Masalah

Tanggapi Rencana Jepang Buang Limbah Nuklir ke Laut, Menteri ESDM: Nggak Masalah

Tanggapi Rencana Jepang Buang Limbah Nuklir ke Laut, Menteri ESDM: Nggak Masalah

Jakarta, Nawacita | Menteri ESDM Arifin Tasrif turut buka suara menanggapi rencana Jepang buang limbah terkontaminasi nuklir ke laut Samudera Pasifik. Dia lebih berpegang pada aturan internasional mengenai pembuangan limbah nuklir.

Diketahui, Jepang berencana membuang limbah olahan dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima ke lautan Samudera Pasifik. Banyak organisasi internasional pun menolak rencana tersebut.

Arifin menilai, jika pembuangan limbah itu telah sesuai prosedur yang diatur, maka tak akan menjadi masalah dan membahayakan ekosistem laut.

“Kalau standar-standar itu sudah memenuhi standar keamanan yang menjadi aturan dunia, berarti ini kan sudah clear (tak masalah),” ujar dia saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (14/7/2023).

Arifin menegaskan, menyoal kegiatan pembuangan limbah itu, dia berpegang pada aturan internasional. Menurutnya, itu yang menjadi satu keharusan untuk diikuti.

protes warga Jepang terkait rencana buang limbah terkontaminasi nuklir ke laut.
protes warga Jepang terkait rencana buang limbah terkontaminasi nuklir ke laut.

“Kita kan selalu ikut based internasional regulation, itu yang harus,” kata dia.

Sebelumnya, Badan pengawas nuklir PBB (IAEA) mengatakan bahwa rencana Jepang untuk membuang limbah nuklir Fukushima ke laut telah memenuhi standar internasional. IAEA menggarisbawahi bahwa dampak dari langkah Jepang itu terhadap lingkungan sangat kecil sehingga dapat diabaikan.

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima telah kehabisan ruang penyimpanan air, yang digunakan untuk mendinginkan reaktor nuklir.

Pemerintah Jepang telah mengumumkan akan membuang lebih dari satu juta ton limbah yang terkontaminasi dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima ke Samudra Pasifik pada musim semi tahun 2023 ini pada 13 April 2021 silam. Rencana ini terus memperoleh penolakan dari komunitas nelayan, baik dalam negeri Jepang maupun luar negeri.

Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) sangat menolak rencana pemerintah Jepang untuk membuang air limbah terkontaminasi nuklir dari PLTN Fukushima Daiichi ke Samudra Pasifik.

Baca Juga: Menteri ESDM: Pasir Laut yang Boleh Diekspor yaitu Hasil Sedimentasi

“Pembuangan limbah nuklir menyebabkan kualitas kesehatan laut Indonesia menjadi buruk. Selain itu, dapat menurunkan kesehatan bangsa dan mengancam kegiatan usaha nelayan kecil,” kata Ketua Umum KNTI Dani Setiawan, melalui siaran pers, Sabtu (8/4/2023).

Menurut Dani, pemerintah Jepang harus mempublikasikan kandungan rinci dari limbah yang akan dibuang tersebut dan informasi terkait rencana pembuangan air limbah kepada publik, untuk menanggapi kekhawatiran internasional.

Selain itu, Jepang harus terus berkonsultasi dan berkerja sama dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) dan pihak- pihak terkait lainnya, dan IAEA harus membuat investasi serius dan objektif mengenai persoalan ini mengingat efek sangat bahaya bagi manusia dan lingkungan.

“Melalui Menteri Luar Negeri dan Menteri Kelautan dan Perikanan, pemerintah Indonesia perlu mengambil sikap untuk menjaga laut dan melindungi nelayan Indonesia,” tegas Dani. lptn6

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -

Terbaru