Kontoversi Paul is Dead dan Hari The Beatles Sedunia 25 Juni

Paul is Dead
PErsonel The BEatles Paul Mc Cartney (kanan) bersama Ringo Starr.
top banner

Nawacita – Istilah Paul is Dead kembali muncul di peringatan Global Beatles Day setiap tanggal 25 Juni. Hoax terbesar tingkat dunia ini berawal pada 1969, ketika muncul rumor bahwa Paul McCartney salah satu personel Band The Beatles telah meninggal kecelakaan mobil tahun 1966. Kabar santer kala itu, teman-teman satu bandnya telah mengganti Paul dengan sosok orang lain. Karena tidak ingin band besar itu bubar ditengah jalan.

Rumor ini awalnya muncul ketika seorang DJ, Russ Gibb menyebarkan berita hoaks dengan memutar lagu dari album White Album secara mundur dan terdengar seperti, “Turn me on, dead man.” di akhir lagu, ada pula lirik yang dinyanyikan John Lenon “Strawberry Fields Forever,” dan “I buried Paul.

Selain itu, Sesaat sebelum perilisan album Abbey Road pada September 1969, sebuah surat kabar Amerika pun membuat berita yang mengklaim Paul telah meninggal. Ia disebut terlibat kecelakaan dan ‘Paul’ digantikan dengan seseorang yang berwajah mirip dengannya, William Campbell.

Rumor kematian tersebut pun semakin ramai dibahas setelah perilisan Abbey Road. Pada 10 Oktober, banyak jurnalis di Inggris yang biasa meliput The Beatles mendapat banyak laporan dan pertanyaan dari berbagai pihak.

“Kami mendapat banyak pertanyaan tentang laporan bahwa Paul telah meninggal. Kami telah menerima pertanyaan seperti itu selama bertahun-tahun, tentang tentu saja (kematian), tetapi dalam beberapa minggu terakhir kami menerimanya di kantor dan di rumah siang dan malam. Saya bahkan menerima panggilan telepon dari disc jockey dan lainnya di Amerika Serikat,” tutur Jurnalis Derek Taylor mengutip Courier Post.

Pada 1969, muncul rumor bahwa Paul McCartney telah meninggal pada kecelakaan mobil yang dialaminya pada tahun 1966 dan teman-teman satu bandnya telah mengganti Paul dengan sosok orang lain.

Rumor ini awalnya muncul ketika seorang DJ, Russ Gibb menyebarkan berita hoaks dengan memutar lagu dari album White Album secara mundur dan terdengar seperti, “Turn me on, dead man.” di akhir lagu, ada pula lirik yang dinyanyikan John Lenon “Strawberry Fields Forever,” dan “I buried Paul.

Sesaat sebelum perilisan album Abbey Road pada September 1969, sebuah surat kabar Amerika pun membuat berita yang mengklaim Paul telah meninggal. Ia disebut terlibat kecelakaan dan ‘Paul’ digantikan dengan seseorang yang berwajah mirip dengannya, William Campbell.

Rumor kematian tersebut pun semakin ramai dibahas setelah perilisan Abbey Road. Pada 10 Oktober, banyak petugas pers The Beatles yang mengaku mendapat banyak laporan dan pertanyaan dari berbagai pihak.

“Baru-baru ini kami mendapat banyak pertanyaan tentang laporan bahwa Paul telah meninggal. Kami telah menerima pertanyaan seperti itu selama bertahun-tahun, tentang tentu saja (kematian), tetapi dalam beberapa minggu terakhir kami menerimanya di kantor dan di rumah siang dan malam. Saya bahkan menerima panggilan telepon dari disc jockey dan lainnya di Amerika Serikat,” tutur salah satu petugas pers Derek Taylor mengutip Courier Post.

Memangnya, apa saja konspirasi-konspirasi yang muncul akibat cover album terbaru tersebut?

Cover Album Posisi Pemakaman Paul

26 September
The Beatles Rilis Album Abbey Road



Pada cover album Abbey Road tersebut, terdapat berbagai kontroversi yang mengaitkannya dengan prosesi kematian Paul. Adapun hal tersebut berdasarkan cara berpakaian hingga posisi masing-masing personil di album tersebut.

Foto tersebut memperlihatkan John Lennon yang berjalan paling depan. Ia pun menggunakan jas, celana, hingga sepatu serba putih. Hal itu seolah mengisyaratkan John sebagai Tuhan.

Di belakangnya, terdapat Ringo Starr yang menggunakan pakaian serba hitam. Warna khas pemakaman tersebut terlihat dari setelan jas rapi, celana formal, hingga sepatu pantofel yang mencirikan seorang pendeta.

Kemudian, ada pula Paul McCartney yang mengenakan setelan jas rapi tanpa alas kaki. Dalam budaya Inggris, seseorang yang meninggal memang mengenakan jas rapi tanpa alas kaki.

Di paling belakang, ada pula George yang berpakaian casual beraksen biru. Celananya George pun merupakan celana jeans biasa, sangat berbeda dengan ketiga personil yang mengenakan celana formal. Hal inilah yang membuat George mendapat predikat sebagai tokoh penggali kubur.

Terkait konspirasi tersebut, Paul berkali-kali melakukan ‘pelurusan fakta’. Ia berusaha menjelaskan bahwa seluruh konspirasi tersebut hanyalah omong kosong. “Kami memakai pakaian biasa,” tutur Paul mengutip Laudersound. “Saya bertelanjang kaki karena hari itu sangat panas,” tambahnya. Namun, teori konspirasi tersebut terus menyebar.

Seolah lelah dengan teori konspirasi yang terus-menerus muncul tersebut, Paul pun memarodikan live album Paul Is Live pada 1993. Akan tetapi, teori konspirasi tersebut masih terdengar hingga saat ini. Padahal, Paul Mc Cartney sendiri sampai sekarang masih hidup.

Pada 21 Oktober 1969, Kantor Media The Beatles merilis pernyataan dengan menolak rumor tersebut “penuh dengan omong kosong tua” dan “cerita yang beredar selama dua tahun – kami mendapat surat-surat dari berbagai macam orang, namun Paul masih sangat bersama kami.” Pada 24 Oktober, Repoter Radio BBC, Chris Drake diberi kesempatan wawancara dengan Paul McCartney di peternakannya. Paul mengatakan bahwa spekulasi tersebut dapat dimengerti, menginat bahwa dia biasanya melakukan “wawancara seminggu sekali” untuk memastikan bahwa dia masih diberitakan. Wawancara tersebut mengudara pada 26 Oktober di Inggris dan Amerika Serikat. Menurut penulis John Winn, McCartney telah mengakui dengan wawancara dengan harapan orang-orang yang mendengar suaranya akan tercerahkan, namun taktik tersebut gagal. prambors/bdo

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here