Tips Makan Sashimi agar Tak Terkontaminasi Penyakit

ilustrasi sashimi
ilustrasi sashimi
top banner

Tips Makan Sashimi agar Tak Terkontaminasi Penyakit

Jakarta, Nawacita | Sebagian orang menggemari hidangan ikan mentah seperti sashimi. Ini tips makan sashimi agar tak terkontaminasi penyakit, karena pernah ditemukan kasus adanya cacing parasit di rice bowl sashimi dari gerai Don Don Donki beberapa waktu lalu membuat banyak orang menjadi lebih waspada.

Seorang juru bicara gerai asal Jepang itu mengatakan, cacing parasit mungkin tidak sepenuhnya bisa dihilangkan jika tersembunyi jauh di dalam inti ikan mentah atau daging. Jadi, apakah makan ikan mentah berarti menghadapi risiko menelan organisme itu?

Dalam kasus Don Don Donki, parasit yang ditemukan bernama Anisakis sp. Menyantap makanan yang terinfeksi cacing nematoda itu dapat menyebabkan penyakit anisakiasis, dengan gejala sakit perut, mual, muntah, perut bengkak, diare, dan demam ringan.

Kasus lain terkait hidangan ikan tawar mentah terjadi pada 2015, dengan strain spesifik bakteri Streptococcus Grup B (GBS) yang menginfeksi lebih dari 160 orang di Singapura. Insiden itu menyebabkan Singapura melarang penjualan menu ikan air tawar mentah siap saji.

Pasalnya, kasus infeksi menyebabkan dua orang meninggal dunia. Seorang pria berusia 50 tahun harus diamputasi semua anggota tubuhnya, dan seorang pria berusia 54 tahun koma selama dua pekan. Dia kemudian siuman, namun kehilangan pendengarannya.

ilustrasi sashimi
ilustrasi sashimi

Lewat situs webnya, Singapore Food Agency (SFA) menyampaikan bahwa hidangan ikan air tawar mentah merupakan makanan berisiko tinggi karena tidak dimasak. Selain kontaminasi mikrobiologis, konsumsi ikan mentah RTE juga berisiko tertular penyakit parasit.

“Ikan mentah mengandung jumlah kuman yang lebih tinggi, yang dapat meningkat jika praktik kebersihan yang baik tidak diperhatikan selama proses persiapan, seperti mengolah ikan dengan tangan kotor dan menggunakan peralatan dan talenan yang kotor,” tulis SFA, dikutip dari laman Channel News Asia, Kamis (16/2/2023).

Makanan yang menggunakan bahan ikan mentah perlu melalui pemeriksaan dan tes ketat guna menghindari berbagai bahaya, termasuk mikroba patogen dan parasit. SFA. Program pemantauan keamanan pangan SFA dipandu oleh penilaian risiko berbasis sains dan pendekatan manajemen standar internasional.

Pada Februari 2021, badan hukum Enterprise Singapore dan Singapore Standards Council merilis pedoman penanganan, penyimpanan, dan pemrosesan ikan mentah yang tepat.

Tujuannya, untuk mencegah kontaminasi bakteri dan parasit serta menjaga agar ikan mentah tetap aman untuk dikonsumsi.

Pelaku industri diimbau untuk memastikan bahwa ikan mentah beku diterima pada suhu tertentu. Otoritas terkait juga melakukan edukasi konsumen tentang cara mempertahankan kualitas dan keamanan ikan mentah setelah pembelian.

Saran umum yang ada yakni mengonsumsinya sesegera mungkin. Saat makan di restoran, perhatikan warna ikan mentah sebagai patokan. Apabila warnanya cerah, berarti ikan masih segar. Jika berwarna gelap, sebaiknya jangan dikonsumsi.

Baca Juga: Tips Bikin Chocolate Chip yang Super Lezat

SFA merekomendasikan untuk membeli bahan makanan ikan mentah hanya dari perusahaan berlisensi, dan memastikan bahwa ikan tersebut benar-benar ditujukan untuk konsumsi mentah.

Saat berbelanja, ikan mentah disarankan jadi barang terakhir yang dimasukkan ke keranjang belanja, dan simpan pada kemasan terisolasi.

Petunjuk pada kemasan ikan mentah mengenai cara menangani dan penyimpanan harus benar-benar diikuti. Misalnya, ikan harus ditempatkan di chiller dengan suhu antara nol hingga empat derajat Celcius, segera setelah melakukan pembelian.

Saat mengolah ikan, tangan dan peralatan harus dicuci bersih sebelum dan sesudahnya untuk mencegah kontaminasi silang. Jangan pernah mengonsumsi ikan mentah yang kedaluwarsa.

Orang dengan kekebalan tubuh rendah seperti ibu hamil, anak-anak, lansia, dan orang dengan penyakit kronis seperti diabetes, harus menghindari konsumsi ikan mentah sama sekali. rpblk

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here