KPK: Korupsi Dana Bencana Alam akan Berujung Hukuman Mati

0
181
rumah rusak akibat gempa Cianjur
rumah rusak akibat gempa Cianjur

KPK: Korupsi Dana Bencana Alam akan Berujung Hukuman Mati

Jakarta, Nawacita | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta seluruh pejabat tidak melakukan korupsi dana bencana alam untuk kepentingan pribadi. Pencurian uang rakyat itu bisa berakhir dengan hukuman mati.

“Yang bersangkutan akan diproses melalui penyelidikan, penyidikan, dan penututan dengan tuntutan hukuman mati,” kata Wakil Ketua KPK Johanis Tanak dalam telekonferensi yang dikutip pada Rabu, 7 Desember 2022.

Beberapa daerah di Indonesia habis dilanda bencana alam. Pemerintah pusat maupun daerah telah mengeluarkan dana untuk membantu pemulihan para korban.

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak
Wakil Ketua KPK Johanis Tanak

Dana yang dialokasikan itu wajib diterima dan dinikmati para korban bencana. Jika tidak, Kedeputian Penindakan KPK bakal bertindak.

Johanis juga menegaskan peringatan ini bukan omong kosong belaka. KPK, kata dia, pernah memproses hukum pejabat yang mencuri dana bencana hingga dipenjara puluhan tahun.

“KPK sudah melaksanakan, seorang pejabat tinggi di negara ini sudah ada yang dijatuhi hukuman 20 tahun,” ujar Johanis.

Baca Juga: KPK Terima 268 Laporan Dugaan Korupsi di Jatim

Sebelumnya, KPK mengingatkan tentang pentingnya pengelolaan barang bantuan untuk korban bencana. Hasil donasi bisa dikorupsi jika tidak dikelola dengan baik.

“Dari histori penanganan perkara oleh KPK, pengelolaan dana bantuan kebencanaan menjadi salah satu modus tindak pidana korupsi para pihak yang menyalahgunakan kewenangannya,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK Cahya H Harefa melalui keterangan tertulis, Rabu, 30 November 2022.

Pemerintah daerah wajib mengelola pemberian bantuan untuk korban bencana dengan baik. KPK tidak mau donasi dimanfaatkan untuk memperkaya segelintir orang. mdcm

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here