Fenomena Gangster Surabaya, Aksi Sekelompok Remaja yang Kian Meresahkan Warga

0
202
Fenomena Gangster Surabaya
Fenomena Gangster Surabaya, Aksi Sekelompok Remaja yang Kian Meresahkan Warga

Berikut Fakta Fenomena Gangster Surabaya, Aksi Sekelompok Remaja Tenteng Senjata Tajam di Jalanan

JAKARTA, Nawacita – Fenomena Gangster Surabaya, Aksi kekerasan dan tawuran kelompok remaja yang menamai dirinya ‘gangster’ kian meresahkan warga Kota Surabaya belakangan ini. Aksi sekelompok remaja yang konvoi sambil menenteng senjata tajam itu kerap ditemui ketika malam hari. Belakangan mereka terlibat tawuran, penyerangan pos satpam perumahan di Kenjeran, serta penyerangan warung kopi di bilangan Keputih Surabaya yang menyebabkan korban luka.

Fenomena itu disebut muncul dari rasa haus eksistensi yang meluap-luap. Menurut sosiolog Universitas Airlangga Surabaya Prof Bagong Suyanto fenomena ini biasa muncul dari anak-anak muda sub marjinal perkotaan. “Saya melihat itu ekspresi dari kultur anak muda marjinal di kota. Jadi, itu memang terjadi di kota-kota di negara lain seperti itu,” kata Bagong kepada media, Senin (5/12).

Petugas gabungan menggelar operasi skala besar di Surabaya, Jawa Timur. Operasi itu digelar guna mengantisipasi tawuran hingga aksi gangster yang meresahkan warga. Dalam operasi yang digelar pada Sabtu (3/12/2022) malam itu, sejumlah remaja kedapatan membawa senjata tajam hingga diamankan polisi. Berikut fakta operasi gangster di Surabaya hingga remaja membawa sajam diamankan polisi :

1. Dipimpin Wali Kota

Operasi skala besar jajaran Pemerintah Kota (Pemkot), TNI/Polri, dan Organisasi Masyarakat (Ormas) serta warga itu dipimpin Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

Eri bersama rombongan berpatroli menggunakan sepeda motor. Rombongan patroli mulai dari Kantor Balai Kota menuju ke arah wilayah Keputih Tegal, Kecamatan Sukolilo. Di lokasi tersebut ia menghampiri warung kopi (warkop) yang sebelumnya diserang oleh sekelompok remaja bersenjata tajam (sajam).

2. Remaja Bawa Sajam

Setelah dari kawasan Keputih Tegal, Eri bersama rombongan beranjak menuju ke Pakuwon City Mall hingga mengarah ke Jalan Kenjeran. Saat di tengah jalan tersebut, rombongan sempat berhenti menemukan 5 remaja yang mencurigakan. Saat ditanya, para remaja tersebut mengaku akan pergi nongkrong. “Iki arep nang endi (ini mau ke mana) sudah malam,” tanya Eri, Sabtu (3/12/2022).

Karena jawaban remaja tersebut tidak masuk akal dengan alasan nongkrong, Eri meminta kepada salah satu petugas gabungan yang ikut patroli untuk memeriksa barang bawaan para remaja itu. Saat diperiksa lebih lanjut, hasilnya mengejutkan, petugas menemukan senjata tajam berukuran sekitar 10 – 15 cm di salah satu bagasi motor para remaja tersebut. “Ini dibawa langsung motornya, naikkan truk Satpol PP,” ujarnya.

Baca Juga: Polisi Masih Siaga, Pasca Tawuran Warga di Manggarai

3. Sisir Tempat Hiburan Malam

Rombongan melanjutkan penyisiran di kawasan Jalan Kenjeran. Tak jauh dari lokasi lima remaja itu ditemukan, rombongan sempat berhenti di salah satu tempat hiburan malam untuk memeriksa lokasi tersebut.

Usai dari lokasi tempat hiburan malam itu, tim gabungan menerima laporan ada 7 orang yang diamankan oleh lurah, babinsa, LPMK dan warga di Jalan Lebak Permai III, Kecamatan Tambaksari. Ternyata, sekelompok orang yang terdiri dari remaja dan satu orang dewasa itu membawa senjata tajam yang dibalut kain dan disimpan di dalam bagasi motornya. “Lek onok sing nggak kenal, cangkruk – cangkruk, warga kudu nakoni (kalau ada orang tidak dikenal yang nongkrong, bergerombol, warga harus menanyakan). Ini biar dibawa ke polres, biar diproses,” tuturnya.

Fenomena Gangster Surabaya
Fenomena Gangster Surabaya, Aksi Sekelompok Remaja yang Kian Meresahkan Warga.

4. Polisi Tindak Tegas

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Akhmad Yusep Gunawan menuturkan, pihaknya tidak memberikan toleransi sedikitpun bagi yang terlibat mengganggu kenyamanan dan keamanan publik di Kota Pahlawan. “Bahkan kami juga melakukan tindakan tegas dan terukur. Kami tak segan menembak untuk melumpuhkan, karena mereka terus melakukan penyerangan,” tegas Kombes Pol Yusep.

5. 12 Remaja Diamankan

Yusep memastikan, operasi bersama pemkot, TNI/Polri dan seluruh lapisan masyarakat ini berlaku seterusnya untuk mencegah terjadinya aksi tersebut. Dalam hal pengawasan dan pengamanan di perkampungan, ia mengimbau kepada masyarakat untuk berkoordinasi dengan kepolisian apabila mengetahui ada orang atau kelompok yang terlihat mencurigakan.

“Seperti halnya yang terjadi hari ini, kita amankan 12 orang yang membawa sajam, itu mereka kita amankan dan proses. Tentu akan kita terapkan undang-undang darurat kepemilikan senjata tajam terhadap yang membawa, sedangkan yang berkendara tidak sesuai ketentuan, maka akan kita lakukan tindakan tilang,” katanya.

okcnnws.

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here