Pemerintah Indonesia Usulkan Kebaya jadi Warisan Tak Benda ke UNESCO

0
177
ilustrasi kebaya
ilustrasi kebaya

Pemerintah Indonesia Usulkan Kebaya jadi Warisan Tak Benda ke UNESCO

Jakarta, Nawacita | Menparekraf Sandiaga Uno usulkan kebaya jadi warisan tak benda ke UNESCO melalui mekanisme single nomination. Tak hanya Menparekraf, DPR RI, Kemendikbud Ristek, dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) juga mendukung hal tersebut.

Hal ini menanggapi terjadinya kontroversi yakni negara Singapura, Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam mendaftarkan kebaya sebagai warisan budaya tak benda ke UNESCO.

“Beberapa hari ini diramaikan oleh pemberitaan bahwa kebaya diajukan oleh beberapa negara di Unesco,” ujar Sandiaga, Jakarta, Senin (28/11).

Dia menjelaskan, sebenarnya telah diusulkan dengan single nomination kebaya diajukan dalam scale 2024. Namun akhirnya kebaya diajukan terlebih dahulu dengan mekanisme tersebut yakni yang mendahului Reog Ponorogo, Tenun.

ilustrasi kebaya
ilustrasi kebaya

“Setiap negara hanya memiliki sebanyak 1 budaya per tahun untuk daftar join monitor,” terang dia.

Sandiaga pun menerangkan, bahwa nantinya Indonesia akan bergabung dalam joint nomination sesuai dengan operational gate line yang akan diajukan Maret 2023 bersama 4 negara tersebut.

Perlu diketahui, Indonesia saat ini memiliki 1528 warisan budaya tak benda yang bisa diajukan ke Unesco. Kendati begitu dibutuhkan sekitar 3000 tahun untuk bisa mendaftarkan semuanya karena hanya diakomodir setiap 2 tahun sekali satu budaya.

“Oleh karena itu join nomination adalah salah satu cara saat ini untuk mempercepat proses. Karena itu Kemendikbud Ristek, Kemenko PMK dan juga Komisi X maka kita mendorong sesuai kesepakatan kita akan mendorong dan menguatkan keputusan single nomination,” terang dia.

Baca Juga: Deretan Destinasi Wisata Indonesia yang Diakui UNESCO

Sebagai informasi, Singapura bersama Brunei Darussalam, Malaysia, dan Thailand akan menominasikan pakaian kebaya dalam daftar cagar budaya Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Nominasi yang akan diserahkan Maret 2023 nanti itu dijelaskan Badan Warisan Nasional (NHB) sebagai nominasi multikultural pertama yang dilakukan Singapura kepada Daftar Perwakilan UNESCO untuk Warisan Budaya Tak Benda Manusia. Menurut NHB, kebaya adalah pakaian tradisional wanita yang populer di kawasan Asia Tenggara.

“Kebaya mewakili dan merayakan sejarah bersama kawasan ini, mempromosikan pemahaman lintas budaya dan terus hadir dan secara aktif diproduksi dan dikenakan banyak komunitas di seluruh Asia Tenggara,” jelas NHB, dikutip dari The Strait Times, Jumat (25/11). mrdk

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here