Hari Dokter Nasional 2022, Presiden Jokowi: Dokter Bekerja Penuh Pengabdian Tanpa Pamrih

Hari Dokter Nasional
Hari Dokter Nasional
top banner

Hari Dokter Nasional 2022, Presiden Jokowi: Dokter Bekerja Penuh Pengabdian Tanpa Pamrih

Jakarta, Nawacita | Dalam rangka peringatan Hari Dokter Nasional 2022, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan terima kasih atas sumbangsih para dokter di Indonesia. Menurut Jokowi, para dokter telah bekerja penuh pengabdian tanpa pamrih, terutama di masa pandemi Covid-19.

Hal itu dikatakan Presiden Jokowi di akut Twitter resminya, Senin (24/10/2022), dalam rangka peringatan Hari Dokter Nasional 2022.

“Terima kasih para dokter dan segenap tenaga kesehatan untuk pengabdian tanpa pamrih, juga keteguhan untuk berada di garis depan menghadapi pandemi,” tulis Jokowi.

Presiden Jokowi mengatakan, para dokter dan tenaga kesehatan telah sepenuh hati menyelamatkan Indonesia. “Dedikasi para dokter dan tenaga kesehatan yang sepenuh hati telah menyelamatkan rakyat dan negeri ini,” ujar Jokowi.

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

Hari Dokter Nasional di Indonesia identik dengan hari jadi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yakni pada 24 Oktober. Dikutip dari akun Instagram IDI, tahun ini peringatan HUT IDI atau Hari Dokter Nasional adalah yang ke-72.

Tahun ini, IDI mengangkat tema “Berbakti untuk Negeri, Mengabdi untuk Rakyat, Satu IDI Terus Maju”. IDI juga merilis logo Hari Dokter Nasional 2022, yakni berupa tulisan angka 72 dengan logo IDI di tengahnya.

Logo Hari Dokter Nasional 2022 tersebut selaras dengan logo dan tema Hari Bakti Dokter Indonesia ke-114 yang menjadi satu identitas tersendiri untuk IDI.

Organisasi IDI sejatinya telah lebih dulu lahir jauh sebelum diresmikan pada 1950. Perkumpulan dokter di Nusantara itu diberi nama Vereniging van Indische Artsen dan berdiri pada 1911.

Dikutip dari Wikipedia, selama kurang lebih lima belas tahun berjalan, pada tahun 1926, organisasi ini mengalami perubahan nama menjadi Vereniging Van Indonesische Genesjkundigen (VGI).

Lalu, pada 1940, VIG mengadakan kongres di Solo. Kongres menugaskan Profesor Bahder Djohan untuk membina dan memikirkan istilah baru dalam dunia kedokteran. Tiga tahun berselang, pada masa pendudukan Jepang, VIG dibubarkan dan diganti menjadi Jawa izi Hooko-Kai.

Baca Juga: Sejarah Hari Santri Nasional yang Diperingati 22 Oktober

Selanjutnya pada 30 Juli 1950, atas usul Dr Seni Sastromidjojo, PB Perthabin (Persatuan Thabib Indonesia) dan DP-PDI (Perkumpulan Dokter Indonesia) mengadakan satu pertemuan yang menghasilkan “Muktamar Dokter Warganegara Indonesia (PMDWNI)”, yang diketuai Dr Bahder Djohan.

Puncaknya, pada 22-25 September 1950, Muktamar I Ikatan Dokter Indonesia (MIDI) digelar di Deca Park, yang kemudian diresmikan pada bulan Oktober tahun yang sama. Dalam muktamar IDI itu, Dr Sarwono Prawirohardjo terpilih menjadi Ketua Umum IDI pertama.

Pada 24 Oktober 1950, IDI secara resmi mendapatkan legalitas hukum di depan notaris. Pada tanggal itulah ditetapkan hari jadi IDI yang juga diperingati sebagai Hari Dokter Nasional di Indonesia. beritasatu

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here