Kecap Rania, Produk Baru BUMN Pangan Bahan Baku Kedelai Lokal

0
150
Kecap Rania, Produk Baru BUMN Pangan Bahan Baku Kedelai Lokal

Kecap Rania, Produk Baru BUMN Pangan Bahan Baku Kedelai Lokal

Jakarta, Nawacita | Holding pangan ID FOOD menghadirkan produk kecap Rania bekerjasama dengan Universitas Gadjah Mada dalam pengembangan formula (R&D) serta Universitas Brawijaya untuk pengawalan kualitas dan uji sensorik (organoleptik) produk.

Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD Frans Marganda Tambunan menyebut pengembangan produk pangan retail berupa kecap merupakan program lanjutan dari New Product Development (NPD) ID FOOD group pasca sebelumnya Perseroan ini mengembangkan varian produk beras Rania dan minyak goreng Rania, Raja gula.

Menurutnya, bahan baku kecap Rania diolah dan diproduksi dari Anggota Holding ID FOOD yakni PT PG Rajawali I yang berpusat di Jawa Timur dan didistribusikan oleh member of ID FOOD lainnya seperti PT Rajawali Nusindo, PT GIEB, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

kedelai lokal
kedelai lokal

Direktur Komersial Holding Pangan ID FOOD Ardiansyah Chaniago menambahkan pengembangan produk berbahan baku kedelai ini merupakan upaya ID FOOD dalam wacana melengkapi pangan retail di Indonesia, kecap merupakan yang diprogramkan mengingat produk ini juga yang diminati masyarakat sebagai pelengkap konsumsi makanan.

“Kedelainya menggunakan kedelai lokal Jawa Timur dan sebagai pemanisnya menggunakan produk brown sugar hasil produksi PT PG Rajawali I Member of ID FOOD yang berasal dari tebu Petani Kemitraan ID FOOD, dan inilah yang menjadi kekhasan produk kecap Rania,” terang Ardiansyah.

Selain itu Ardiansyah melanjutkan dalam formulasinya kecap Rania memiliki kandungan gula dan sodium yang lebih rendah dibandingkan produk sejenis sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi.

Jadi, produk-produk pengembangan ID FOOD Group ini dilakukan secara berkelanjutan, seperti produk garam, ikan, daging yang dikelola anggota holding.

“Tahun ini juga kita sudah merencanakan pengembangan produk pangan retail lainnya memenuhi kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: Ukuran Tempe Semakin Kecil Imbas Harga Kedelai Impor Naik Dua Kali Lipat

Ardiansyah berharap produk-produk BUMN Holding Pangan ID FOOD juga dapat melengkapi produk-produk retail milik private sector yang sudah ada memenuhi kebutuhan masyarakat.

Mengenai produk kecap, ia mengatakan dalam jangka pendek ini untuk pendistribusian marketnya ke Usaha Mikro Kecil terlebih melalui UMK seperti pedagang nasi goreng, pedagang sate, atau Warung-Warung Pangan di wilayah lokal di Jawa Timur mengingat pengenalan produk kecap ini merupakan hasil dari usaha mikro disana sehingga tercipta ekosistem pangan.

“Paralel telah disiapkan menyasar skala besar lagi secara nasional dan tersedia di beberapa e-commerce seperti nushi nushi.id dan platform lainnya,”pungkasnya.

Ardiansyah mengakui bahwa produk kecap ini pun telah mengantongi izin sebagai pemenuhan persyaratan keamanan konsumsi pangan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta dilengkapi dengan sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal. kbrbumn

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY