Kemendikbudristek Tarik Buku PPKn Kelas VII Terkait Trinitas Protestan dan Katolik

0
130
Kemendikbudristek Tarik Buku PPKn Kelas VII Terkait Trinitas Protestan dan Katolik

Kemendikbudristek Tarik Buku PPKn Kelas VII Terkait Trinitas Protestan dan Katolik

Jakarta, Nawacita | Kemendikbudristek tarik buku PPKn kelas VII karena telah menerima dan memperhatikan laporan masyarakat terkait konten dalam buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) kelas VII yang tidak tepat.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Anindito Aditomo mengapresiasi laporan, koreksi, dan saran perbaikan yang disampaikan masyarakat.

“Kami mengapresiasi masukan, saran, dan perbaikan untuk perbaikan berkelanjutan terkait buku pendidikan,” katanya di Jakarta, Rabu (27/7).

Lebih lanjut, Kepala BSKAP menambahkan, buku pendidikan atau buku teks pelajaran yang diterbitkan Kemendikbudristek merupakan dokumen kehidupan yang diperbaiki dan dimutakhirkan.

buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) kelas VII
buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) kelas VII

BSKAP menyampaikan, buku pendidikan atau buku teks pelajaran yang diterbitkan Kemendikbudristek merupakan dokumen hidup yang senantiasa diperbaiki dan dimutakhirkan.

Saat ini, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek tengah melakukan kajian terkait konten di dalam buku mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SMP Kelas VII terbitan 2021 tersebut. Selanjutnya, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek segera memperbaiki sesuai masukan yang diterima dari berbagai pihak, khususnya mengenai penjelasan tentang Trinitas dalam agama Kristen Protestan dan Katolik.

Dalam proses perbaikan, Pusat Perbukuan akan melibatkan perwakilan dari Konferensi Waligereja Indonesia dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia.Waligereja Indonesia dan Persekutuan Gereja-gereja Indonesia.

Baca Juga: Ketua DPP Nasdem Dorong Kemendikbud Terapkan Kurikulum Anti-Bullying

Selain itu, Kemendikbudristek akan menarik dan mengganti buku yang saat ini beredar.

“Buku elektronik yang beredar sudah kami tarik dan segera kami ganti dengan edisi revisi. Pencetakan versi sudah kami hentikan. Untuk pencetakan selanjutnya akan menggunakan edisi revisi,” ujar Anindito.

“Kami juga akan segera mengedarkan perbaikannya bagi yang sudah menerima buku-buku versi lama tersebut,” imbuh Anindito seperti dilansir dari Antara.

Kemendikbudristek selalu terbuka untuk menerima masukan, koreksi, dan saran untuk memperbaiki kualitas buku-buku pendidikan.

“Masukan, koreksi, dan saran dapat dialamatkan kepada penulis atau melalui alamat surel [email protected],” pungkas Anindito. mrdk

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY