Muetya Hafid Sebut Tak Perlu Kominfo Blokir WA hingga Google

0
295
Kominfo Blokir WA
Muetya Hafid Sebut Tak Perlu Kominfo Blokir WA hingga Google

Kominfo Blokir WA hingga Google terkait Penetapan Batas Akhir Pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE)

JAKARTA, Nawacita – Ketua Komisi I DPR RI Muetya Hafid menyatakan tak perlu Kominfo blokir WA hingga google terkait penetapan batas akhir pendaftaran Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) adalah 20 Juli 2022. Hal itu membuat sejumlah perusahaan teknologi seperti Google, Facebook, WhatsApp, Instagram, Twitter, hingga Netflix terancam diblokir.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPR RI Muetya Hafid menyatakan syarat untuk mendaftar PSE lingkup privat sudah sesuai aturan dan sebuah kewajiban.

“Kewajiban mendaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik itu memang sesuai aturan, dan wajib. Siapa pun melintas di ranah digital kita tentu perlu mendaftar,” kata Meutya kepada wartawan, Senin (18/7/2022). Meski demikian, Meutya berharap tidak akan ada pemblokiran, dan kedua pihak menemukan solusi terbaik.

“Namun demikian insyaallah sudah ada solusi, sehingga tidak ada blokir-blokir. Masih punya waktu sampai Rabu,” ujarnya. Politikus Golkar ini menyebutkan, komunikasi antara pemerintah dan perusahaan teknologi berjalan dengan baik, sehingga ia menyebut peluang pemblokiran akan kecil.

“Komunikasi grup Google, Facebook, Instagram dan pemerintah terjadi baik, sehingga saya yakin pihak-pihak tersebut menghormati hukum yang berlaku dan tidak ada pemblokiran yang akan terjadi Rabu ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Google Indonesia akan Daftar PSE agak tak Diblokir

Sebelumnya, Kemkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) telah menetapkan batas akhir pendaftaran PSE atau Penyelenggara Sistem Elektronik adalah 20 Juli 2022. Karenanya, layanan PSE yang tidak melakukan pendaftaran terancam diblokir.

Kominfo Blokir WA
Kominfo Blokir WA hingga Google.

Saat ini berdasarkan pantauan wartawan, Senin (18/7/2022), sejumlah PSE asing besar, seperti Google dan layanan Meta seperti WhatsApp dan Instagram, termasuk Twitter belum melakukan pendaftaran. Dengan demikian, ada kemungkinan layanan tersebut akan diputus aksesnya.

Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo Semuel Abrijani Pangerapan, pendaftaran PSE dilakukan sepenuhnya untuk melindungi masyarakat Indonesia. Sebab, apabila tidak terdaftar dan ada masalah, bagaimana bisa melindungi para konsumen yang menggunakan layanan tersebut.

Di samping itu, menurut Semuel, PSE asing dan lokal sama-sama diwajibkan mendaftar dan menjalankan persyaratan operasional yang sama agar tercipta kondisi level playing field.

“Untuk pelaku industri, agar tercipta level playing field, digunakan persyaratan yang sama. Bagaimana memberikan keuntungan bagi masyarakat (jika ada website yang) meniru branding-nya, bisa melakukan klarifikasi,” tuturnya menjelaskan.

Dilakukan Identifikasi Terlebih Dahulu

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY