28 Juni Sejarah Dunia: Tragedi Mandor Berdarah Hingga Lahirnya Sandiaga Uno

0
86
Tragedi Mandor Berdarah

JAKARTA, Nawacita – Secara keseluruhan, Perang Dunia I dinyatakan berakhir setelah Perjanjian Versailles ditandatangani pihak Jerman dan Sekutu di Istana Versailles, Prancis pada 28 Juni 1919. Berakhirnya Perang Dunia I menjadi salah satu peristiwa bersejarah pada 28 Juni.

Selain Perang Dunia I yang berakhir, masih banyak peristiwa bersejarah pada 28 Juni yang terangkum pada Hari Ini Dalam Sejarah, 28 Juni, yang dihimpun dari Brainyhistory.com, Thepeoplehistory.com, dan Wikipedia.org:

1919
Perjanjian Versailles ditandatangani pihak Jerman dan Sekutu di Istana Versailles, Prancis. Perjanjian itu mengakhiri Perang Dunia I yang berlangsung sejak 1914. Dalam Perang Dunia I, pihak Sekutu dinyatakan sebagai pemenangnya.

1940
Menyusul kemenangan Jerman di Prancis, jenderal militer Prancis Charles de Gaulle mendirikan markas di Inggris. Pendirian markas itu sebagai upaya untuk membebaskan Prancis dari cengkeraman Jerman.

1940
Pasukan Uni Soviet mulai menginvasi Kota Bessarabia—kini Moldova—di Hungaria. Dari invasi tersebut, pasukan Uni Soviet berhasil merebut Kota Bessarabia dari kekuasaan Hungaria.

1942
Tentara Jerman memulai Operasi Peti Biru. Operasi Peti Biru adalah upaya tentara Jerman menduduki beberapa wilayah kekuasaan Uni Soviet. Operasi tersebut merupakan kelanjutan dari Operasi Barbarossa pada tahun sebelumnya. Operasi Peti Biru berlangsung hingga 24 November. Dari operasi tersebut, tentara Jerman gagal menguasai beberapa wilayah Uni Soviet sebagaimana direncanakan awalnya.

1944
Pasukan Sekutu berhasil membebaskan Kota Cherbourg di Prancis dari pendudukan Jerman. Pembebasan Kota Cherbourg itu adalah langkah awal untuk membebaskan seluruh wilayah Prancis dari Jerman.

Baca Juga: 27 Juni Sejarah Dunia: Jenderal Soedirman Jadi Panglima TNI Hingga Munculnya Wabah Virus Ebola

1944
Peristiwa Mandor atau yang dikenal juga dengan istilah Insiden Pontianak adalah peristiwa pembantaian massal yang menurut catatan sejarah terjadi pada tanggal 28 Juni 1944. Peristiwa Mandor ini sendiri sering dikenang dengan istilah Tragedi Mandor Berdarah yaitu telah terjadi pembantaian massal tanpa batas etnis dan ras oleh tentara Jepang.

Lahirnya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2007 tentang Peristiwa Mandor pada 28 Juni Sebagai Hari Berkabung Daerah Provinsi Kalimantan Barat melalui paripurna DPRD Kalimantan Barat merupakan bentuk kepedulian sekaligus apresiasi dari DPRD terhadap perjuangan pergerakan nasional yang terjadi di Mandor. Awal mula peristiwa Mandor adalah sebuah peristiwa kelam yang pernah terjadi di Kalimantan Barat pada 1943-1944 di daerah Mandor, Kabupaten Landak.

Sewaktu itu, pihak Jepang sudah mencurigai bahwa di Kalimantan Barat dan Selatan terdapat komplotan-komplotan yang terdiri atas feodal lokal, cendikiawan, ambtenar, politisi, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga rakyat jelata, dari berbagai etnik, suku maupun agama. Sehingga komplotan-komplotan tersebut diatasi dengan aksi kekerasan. Penangkapan-penangkapan yang pernah terjadi antara September 1943 hingga awal 1944.

Menurut data yang ada, jumlah korban dari peristiwa Mandor tersebut adalah ± 21.037 orang. Akan tetapi pihak dari Jepang menolak pernyataan tersebut dan menganggap hanya ada 1.000 korban saja.

Peristiwa Mandor terjadi akibat ketidaksukaan pihak Jepang waktu itu terhadap para pemberontak yang ada di Kalimantan Barat dikarenakan ketika itu Jepang ingin menguasai sumber daya alam yang ada di bumi Kalimantan Barat. Sebelum terjadi peristiwa Mandor, juga terdapat peristiwa Cap Kapak di mana kala itu tentara – tentara Jepang secara paksa mendobrak pintu – pintu rumah masyarakat dikarenakan mereka ingin menakut-nakuti masyarakat agar tidak berani untuk melakukan pemberontakan. Meskipun demikian, ternyata menurut sejarah yang dibunuh bukan hanya kaum cendekiawan maupun feodal namun rakyat biasa juga tidak luput dari pandangan mereka.

Jepang telah menyusun rencana genosida untuk memberangus semangat perlawanan rakyat Kalimantan Barat kala itu. Di sebuah koran harian Jepang yang berjudul Boruneo Shinbun, surat kabar yang terbit pada masa itu, mengungkapkan rencana tentara Negeri Matahari Terbit tersebut untuk membungkam kelompok pembangkang kebijakan politik perang Jepang yang ada di Kalimantan Barat. Tanggal 28 Juni diyakini sebagai hari pengeksekusian ribuan tokoh-tokoh penting masyarakat pada masa itu.

1957
British Medical Research Council mempublikasikan hasil penelitian yang menghubung-hubungkan merokok dan risiko langsung kanker paru-paru. Jurnal ilmiah itu selanjutnya dijadikan dasar Pemerintah Inggris menggencarkan kampanye bahaya merokok. Temuan tersebut sempat ditentang banyak perusahaan produsen rokok.

Sandiaga Salahuddin Uno.

1969
Sandiaga Salahuddin Uno lahir di Pekanbaru, Riau, 28 Juni 1969. Ia adalah pengusaha dan politikus Indonesia. Sandiaga memenangkan pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017 bersama dengan Anies Baswedan, dan memulai masa jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta pada bulan Oktober 2017.

Tetapi pada bulan September 2018, ia mengundurkan diri sebagai Wagub DKI Jakarta dan sempat maju sebagai Calon Wakil Presiden bersama Prabowo Subianto tetapi gagal dalam hasil hitungan suara di Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2019.

1972
Presiden Amerika Serikat (AS) Richard Nixon mengumumkan bahwa tak akan ada lagi wajib militer yang dikirim ke medan perang di Vietnam. Meski demikian, para sukarelawan masih diizinkan jika ingin pergi ke Vietnam untuk berperang. Hal itu menyebabkan penurunan jumlah tentara AS yang berperang di Vietnam.

1950
Pasukan Korea Utara (Korut) menyerang Kota Seoul di Korea Selatan (Korsel). Peristiwa itu lantas dikenang dengan sebutan Pertempuran Seoul Pertama. Dari pertempuran itu, pasukan Korut berhasil menduduki Kota Seoul.

1950
Sebanyak 100.000 hingga 200.000 orang yang diduga simpatisan komunis di tanah Korea dibantai polisi dan tentara Korea Selatan (Korsel). Kebanyakan korban pembantaian tersebut adalah warga sipil. Peristiwa tragis itu kini dikenang dengan sebutan Pembantaian Bodo League.

1997
Pada 28 Juni 1997 Petinju Amerika Serikat, Mike Tyson, didiskualifikasi oleh WBA karena menggigit telinga Evander Holyfield ketika pertandingan baru berlangsung 3 ronde. Mike Tyson dikenal sebagai petinju profesional dan mantan juara kelas berat. Kariernya yang sangat menjanjikan terhambat oleh berbagai kasus kriminal.

Julukan Mike Tyson secara internasional adalah “Iron Mike”, merujuk pada postur tubuhnya yang kuat bagaikan besi. Beberapa media massa yang lain lebih suka menyebutnya sebagai “The Baddest Man on Earth”, yang merujuk pada perangainya yang buruk, baik di dalam maupun di luar ring tinju. Sedangkan pers Indonesia lebih senang menyebut Tyson sebagai “Si Leher Beton” merujuk pada lingkaran leher Tyson pada masa jayanya yang ekstra besar dari ukuran normal, dan tampak begitu kokoh.

2013
28 Juni tahun 2013 Jubir Front Pembela Islam (FPI) Munarman menyiram secangkir teh ke muka Tamrin Tomagola, Sosiolog UI pada saat siaran langsung Apa Kabar Indonesia Pagi di TV One. Pada tanggal 28 Juni 2013, ketika tampil dalam acara Live di TV One yakni program Apa Kabar Indonesia Pagi dengan bahasan tentang pembatasan jam malam tempat hiburan di Jakarta, Munarman menyiram muka Sosiolog UI Tamrin Amagola dengan segelas teh setelah terjadi silang pendapat antara keduanya.

Merespons insiden ini, TV One menyampaikan permintaan maaf melalui akun @akipagi_tvone. Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Ezki Tri Rezeki Widianti menyatakan bahwa hal ini merupakan pelajaran dimana siaran langsung lebih berisiko sehingga kriteria pemilihan narasumber harus lebih jelas.

TVONe diminta untuk tidak mengedepankan sensasi dalam memilih nara sumber dan lebih menekankan pada informasi dan pengetahuan apa yang didapat publik dari narasumber yang bersangkutan. Ia juga menyayangkan pemilihan nara sumber TV One dengan menyatakan bahwa banyak tokoh ormas lain yang lebih santun yang lebih baik yang bisa diwawancara. Tamrin sendiri menolak untuk melaporkan tindakan tersebut ke polisi dengan alasan tidak mau melayani tindak premanisme.


soknws.

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY