21 Juni: Hari Krida Pertanian, Simak Sejarahnya!

0
95
ilustrasi sawah

Jakarta, Nawacita | Hari Krida Pertanian diperingati setiap tanggal 21 Juni. Pada hari Selasa, 21 Juni 2022 Indonesia akan merayakan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-50.

antas, bagaimana sejarah HKP? Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “krida” berarti olah; perbuatan; tindakan. Dengan demikian, peringatan HKP merupakan momen untuk mengenang, menghargai para petani, peternak, pegawai dan pengusaha yang bergerak di dunia pertanian.

Kini jumlah petani (konvensional) yang ada di Indonesia semakin menurun. Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa pada 2019 jumlah petani di Indonesia bisa mencapai 34,58 juta.

Baca Juga: 20 Juni Sejarah Dunia: Samuel Morse Menerima Hak Paten Telegraf Hingga Berlin Kembali Jadi Ibu Kota Jerman

Sementara pada tahun berikutnya, yaitu pada 2020 jumlah itu menurun tajam menjadi hanya 33,4 juta petani. Menurut laman DKP DIY, di era digital seperti sekarang, profesi petani sudah jarang disukai oleh anak muda.

Terkait dengan hal ini, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian tahun lalu menyebutkan, bahwa jumlah petani muda di Indonesia yang berusia 20 sampai 39 tahun hanya berjumlah 2,7 juta orang atau hanya sekitar 8 persen.

Dalam Peringatan HKP, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berharap agar pertanian Indonesia bisa lebih maju, mandiri, dan modern sehingga bisa memperoleh hasil yang memuaskan.

ilustrasi petani menanam padi

Sejarah Hari Krida Pertanian

Asal mula pemilihan tanggal 21 Juni ditetapkan sebagai peringatan HKP sebenarnya dipengaruhi oleh dua faktor. Pertama, faktor astronomis. Berdasarkan faktor astronomis, tanggal 21 Juni adalah waktu saat Indonesia mengalami pergantiaan iklim yang berdampak pada kegiatan pertanian.

Pada tanggal tersebut, matahari ada dalam posisi garis balik utara (23,5° lintang utara). Ketika itulah, proses produksi tanaman berakhir dan proses penanaman yang baru akan dimulai.

Kedua, pemilihan tanggal 21 Juni ditetapkan sebagai peringatan HKP karena faktor musim. Terkait dengan faktor musim, tanggal 21 Juni merupakan awal musim yang pertama.

Baca Juga: 18 Juni: Hari Gastronomi Berkelanjutan Internasional, Simak Penjelasannya

Itu berarti, tanggal 21 Juni menjadi awal dari 12 siklus musim atau siklus pranata mangsa. Siklus pranata mangsa bila diuraikan akan menjadi musim hujan, angin, serangga, penyakit unggas, dan lain sebagainya. Selain itu, tanggal 21 Juni juga disebut sebagai Mangsa Terang atau langit cerah.

Mangsa Terang ini akan berlangsung selama 82 hari dan terletak di antara Mangsa Panen dengan Mangsa Paceklik. Ada beberapa komoditi pertanian yang dilaksanakan pada masa ini antara lain kopi, cengkeh, dan lada.

Di perayaan ke-48, Hari Krida Pertanian dijadikan sebagai momentum pergeseran pola pertanian nasional yang semula menggunakan sistem tradisional menuju ke pertanian modern. trt

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY