Fenomena PHK Massal Perusahaan Startup, Ada Apa?

0
147
Fenomena PHK Massal Perusahaan Startup, Ada Apa?

JAKARTA, Nawacita – Sejumlah perusahaan startup melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya. Teranyar, Zenius dan LinkAja mengumumkan adanya pengurangan karyawan.

Beberapa perusahaan rintisan di tanah air kompak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), mulai dari platform perusahaan plat merah Linkaja, Zenius, SiCepat hingga e-commerce JD.ID.

Direktur Institute for Development of Economics dan Finance (Indef) Tauhid Ahmad menyatakan bahwa badai PHK yang terjadi merupakan upaya efisiensi perusahaan.

“Start up yang melakukan PHK tersebut berarti mengupayakan efisiensi dan biasanya efisiensi ini terjadi akibat menurunnya pendapatan perusahaan tersebut,” jelasnya, Sabtu (28/5/2022). Menurutnya, pendapatan yang menurun dikarenakan ketidakmampuan perusahaan untuk bersaing mengingat start up baru pun banyak yang bermunculan.

“Penyebab pertama ya karena mereka tidak mampu berkompetisi sehingga berujung dengan ketidakmampuan mereka mengikuti demand dari market,” jelasnya. Selain itu, tekanan global yang dialami investor akibat dari dinamika global juga turut mempengaruhi.

Baca Juga: Startup Zenius PHK Lebih dari 200 Karyawan, Ini Penjelasannya

“Investor saat ini juga tengah menghadapi tekanan global jadi mereka pun tidak mampu untuk memberikan dukungan pendanaan yang sifatnya jangka panjang,” ucapnya. Seperti yang diketahui, saat ini perekonomian global memang sedang di fase yang tidak menentu. Hal ini membuat investor harus mengurangi ekspansi secara umum termasuk mengurangi dukungan terhadap start up dalam negeri.

Namun, Tauhid Ahmad menyatakan bahwa kejadian saat ini hanyalah sebuah siklus semata. Ia pun meyakini bahwa kedepannya keadaan perekonomian akan membaik. “Ini hanyalah siklus, jika nanti perekonomian membaik tentu perusahaan akan membutuhkan SDM lagi, dan kedepannya akan banyak investor baru nantinya,” pungkasnya.

oknws.

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY