Komisioner KPU Jadi Pemantau Pemilu Filipina

0
70
Komisioner KPU Jadi Pemantau Pemilu Filipina

JAKARTA, Nawacita – Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) menjadi pemantau internasional sekaligus saksi pada Pemilu Filipina, pada Selasa (10/05). Tim Penilai Independen Internasional asal Indonesia dipimpin oleh Komisioner KPU RI Idham Holik, didampingi Tenaga Ahli Setjen KPU RI Ali Ridho dan Staf Setjen KPU RI Johan Teguh.

Idham menilai Pemilu di Filipina dilakukan sangat cepat, terbuka, dan demokratis. pasalnya hanya memakan waktu 2-5 jam hingga akhirnya perolehan suara didapat.

“Jadi tidak membutuhkan waktu berhari-hari dan tidak memakan korban,” kata Idham dalam keterangan tertulis, Selasa (10/5/2022).

Idham menjelaskan tahapan Pemilu di Filipina menggunakan alat bernama Vote Counting Machine (VCM) yang dapat memindai surat suara dan menerbitkan struk bukti hasil perhitungan suara dari pilihan pemilih di setiap TPS. Keberadaan alat itu dinilai sangat membantu kecepatan dan rekapitulasi pemungutan suara.

“Modernisasi pemilu ini meningkatkan kepercayaan nasional dan internasional kepada Filipina dan menjadikan Filipina salah satu negara yang layak di contoh untuk pemungutan suara di Asia,” ucapnya.

Baca Juga: KPU Butuh Anggaran 8 Triliun Untuk Mulai Tahapan Pemilu 2024

Upaya-upaya untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pemilihan presiden di Filipina, kata Idham, patut menjadi contoh untuk penyelenggaraan Pemilu di Indonesia. Pasalnya, 67.745.529 orang Filipina turut berpartisipasi aktif. Begitu juga dengan 1,7 juta pemilih warga Filipina yang berada di luar negeri.

Idham juga menyampaikan komitmennya tentang isu-isu kesetaraan gender dalam politik di pemilu dan bagaimana caranya meningkatkan partisipasi perempuan. Diharapkan ada peningkatan partisipasi perempuan yang akan berimplikasi pada meningkatnya keterwakilan perempuan di lembaga legislatif/parlemen.

“Ada banyak sekali pengalaman dan kebijakan yang menarik yang bisa dipelajari di Filipina untuk meningkatkan kualitas praktek demokrasi elektoral yang berkeadilan gender,” ujar Idham

Sebagai informasi, Pemilu Filipina dimenangkan oleh Marcos Jr, seorang putra mantan diktator Ferdinand Marcos. Marcos Jr terpilih setelah mengalahkan saingannya Leni Robredo, pada Selasa (10/5/2022).

Semarak pemilu di Filipina diwarnai sejumlah insiden, mulai dari ledakan granat hingga penembakan kepada petugas TPS yang terjadi saat penyelenggaraan Pemilu. Beberapa jam sebelum pemilu, granat dikabarkan meledak di wilayah Filipina Selatan, 9 orang terluka akibat ledakan lima granat tersebut.

Selain itu, tiga petugas keamanan dilaporkan tewas tertembak di salah satu TPS di Buluan, Pulau Mindanao, Filipina pada Senin (9/5/2022).


Penulis: Alma Fikhasari

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

LEAVE A REPLY