Google Doodle Peringati Hari Bumi 2022, Timelapse Perubahan Iklim dari Tahun 1986-2020

0
86
Google Doodle Peringati Hari Bumi 2022, Timelapse Perubahan Iklim dari Tahun 1986-2020

JAKARTA, Nawacita – Perubahan iklim makin kerap diperbincangkan oleh banyak orang. Hari ini Jumat 22 April 2022, Google doodle turut menggambarkannya melalui potret linimasa Bumi dari tahun 1986-2020.

Mengutip dari Ditjen PPI Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) mendefinisikan perubahan iklim sebagai perubahan pada iklim yang diakibatkan oleh aktivitas manusia baik langsung atau tidak langsung, sehingga mengubah komposisi atmosfer global dan variabilitas iklim alami, dalam periode waktu yang bisa diperbandingkan.

Komposisi atmosfer global adalah material atmosfer planet Bumi yang berupa gas rumah kaca. Di antaranya itu terdapat karbon dioksida, metana, nitrogen, dan lainnya. Sebetulnya, gas rumah kaca diperlukan untuk menjaga kestabilan suhu Bumi. Namun, konsentrasinya yang meningkat akan mengakibatkan lapisan atmosfer semakin tebal.

Penebalan tersebut akhirnya menimbulkan panas Bumi yang terperangkap di atmosfer juga semakin banyak, sehingga suhu planet ini meningkat. Inilah yang kemudian disebut pemanasan global.

Iklim sendiri berubah secara terus menerus disebabkan interaksi antara komponen-komponennya serta faktor eksternal lain seperti erupsi vulkanik, variasi sinar matahari, juga kegiatan manusia semacam penggunaan bahan bakar fosil atau perubahan penggunaan lahan. Perubahan iklim pun dapat dirasakan oleh manusia. Apa saja tandanya?

Tanda-tanda Perubahan Iklim
Seperti disebutkan dalam Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Buleleng, perubahan iklim di permukaan Bumi dapat ditandai dengan adanya:

1. Peningkatan permukaan laut
Saat atmosfer menjadi lebih hangat, maka lapisan permukaan laut juga ikut menghangat. Oleh sebab itu, volumenya pun akan bertambah dan meningkatkan ketinggian permukaan laut. Pemanasan global mampu mencairkan es-es di kutub, utamanya kawasan sekitar Greenland. Perubahan ketinggian itu dapat berpengaruh terhadap kehidupan sekitar pantai dan ekosistemnya.

2. Gangguan ekologis
Hewan serta tumbuhan sulit menghindar dari dampak pemanasan global karena manusia telah menguasai sebagian besar lahan. Hewan akan cenderung berpindah ke area pegunungan atau kutub. Sementara, tumbuhan akan mencari wilayah baru karena habitatnya terlalu hangat. Namun, pembangunan manusia yang menghalangi perpindahan itu, bisa menyebabkan mereka mati atau bahkan musnah.

3. Ketidakstabilan iklim
Para ilmuwan memprediksi bahwa selama pemanasan global, bagian utara belahan bumi utara dapat lebih panas dari wilayah lainnya di permukaan bumi. Selanjutnya, akan lebih sedikit es yang terapung di sana. Tempat-tempat bersalju ringan juga bisa jadi tidak akan mengalaminya lagi. Pegunungan tropis yang mempunyai area tertutup salju akan semakin sedikit, juga lebih cepat cair.

4. Pergeseran ekosistem
Pergeseran ekosistem dapat ditunjukkan dengan penyebaran penyakit melalui air atau vektor (vector-borne disease), contohnya demam berdarah. Selain itu, dikarenakan perubahan iklim, ada sejumlah spesies vektor, virus, bakteri, atau plasmodium yang lebih resisten terhadap obat.

5. Dampak sosial dan politik
Perubahan cuaca dan lautan mampu mengakibatkan penyakit yang berkaitan dengan panas, seperti heart stroke. Kemudian, suhu yang panas bisa berimbas gagal panen, sehingga memunculkan kelaparan serta malnutrisi.

Beberapa bencana alam seperti banjir, kebakaran, atau badai juga bisa timbul. Bencana-bencana tersebut biasanya dibarengi dengan perpindahan penduduk ke area pengungsian, di mana kerap memunculkan penyakit malnutrisi, diare, penyakit kulit, juga trauma psikologis. Itulah beberapa tanda adanya perubahan iklim sekaligus pengertiannya.

dtknws.

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

LEAVE A REPLY