AHY Anggap Biasa Polemik Penetapan Ketua Demokrat Jatim Meski Ada Kader Kecewa

0
128
Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Foto : Alma / Nawacita

Jakarta, Nawacita – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan penetapan Emil Elestianto Dardak sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jatim sudah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang disahkan pada 2020 silam.

Dalam AD/ART, mekamisme pemilihan dalam musyawarah daerah (musda) termasuk musyawarah cabang (muscab) ditingkat kabupaten/kota para pemegang suara yakni ketua-ketua dewan pimpinan cabang (DPC) berhak untuk menggunakan suaranya dalam mengusulkan siapapun yang mendapatkan dukungan suara 20 persen bisa maju menjadi kandidat calon ketua DPD

“Tetapi bukan diputuskan disitu mekanisme yang kami miliki calon-calon diajukan ke pusat (DPP) di situ ada tim tiga terdiri dari ketua umum, sekjen dan kepala BPOKK, tim 3 akan nanti melakukan fit and proper test,” kata AHY, saat diwawancarai di Jakarta, Minggu (17/04/2022).

Lebih lanjut, AHY menyampaikan, bahwa pelaksanaan musda di Partai demokrat sudah sesuai dengan mekanisme dan dijalankan secara demokratis

“Semuanya lengkap, dokumentasinya lengkap, pelaksananya juga hasil fit and proper testnya kami memiliki data-data yg lengkap,” tegasnya.

Oleh karena itu, AHY menegaskan, bahwa dalam penetapan Emil Dardak sebagai ketua DPD Partai Demokrat Jatim tidak ada sesuatu yang dilanggar.

“Kita sudah menjalankan 33 musda dan sudah menetapkan 32 ketua DPD secara umum berjalan dengan baik, lancar demokrasi, bermartabat tidak ada masalah yang diributkan,” papar AHY.

“Sekali lagi itu sesuatu yang biasa bukan sesuatu luar biasa,” tambahnya.

Sebagai informasi, sejumlah kader Partai Demokrat kecewa dengan penetapan Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak sebagai Ketua DPD Demokrat Jawa Timur. Kekecewaan tak lepas dari sikap DPP Demokrat yang dipimpin Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tingkat pusat.

Ketua DPC Demokrat Sidoarjo Juana Sari menyebut DPP tidak bisa melihat kondisi akar rumput di Jatim. Padahal, mayoritas suara kader di Jatim menginginkan Bayu Airlangga sebagai ketua DPD dan dibuktikan dengan raihan 25 dukungan DPC saat Musda.

“Masyarakat bisa melihat apa yang terjadi di Jatim. Jatim ini barometer Demokrat, kalau di sini saja masih ramai, 25 DPC itu tidak sedikit. Menyatukan 25 DPC dibanding 13 DPC kan bisa dilihat berat mana, kami prihatin dengan keputusan DPP,” kata Juana Sari di Surabaya, Sabtu (16/4/2022).

Juana Sari mengungkapkan, Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) seharusnya turun langsung melihat kondisi kader di seluruh 38 kabupaten/kota Jatim. Di mana, mayoritas mendukung Bayu. Tidak hanya itu, Juana menjelaskan, alasan kader lebih memilih dan mendukung Bayu saat Musda, karena menantu Pakde Karwo itu suka turun ke akar rumput.

“Kami prihatin sebagai ketua DPC tidak mendapatkan perhatian yang lebih, seolah-olah kita ini dikatakan tidak siap kalah. Sebetulnya bukan itu, kami sebagai salah satu pendukung Bayu merasakan betul, peran Bayu dalam menggalang dukungan, membesarkan partai, turun ke bawah,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY