18 April: Peringatan Hari Konferensi Asia Afrika, Simak Sejarahnya!

0
98
18 April: Peringatan Hari Konferensi Asia Afrika

Jakarta, Nawacita | KAA dilaksanakan pada 18-25 April 1955 di Gedung Merdeka, Bandung, yang menghasilkan Dasasila Bandung. KAA diikuti oleh 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia.

Forum ini dimotori oleh para tokoh pemerintahan dari negara-negara yang belum lama merdeka, termasuk Ali Sastroamidjojo (Indonesia), Mohammad Ali Bogra (Pakistan), Jawaharlal Nehru (India), Sir John Kotelawala (Sri Lanka), dan U Nu (Burma/Myanmar).

Dikutip dari artikel Daily News bertajuk “Bandung Conference of 1955 and the Resurgence of Asia and Africa” (2012), KAA bertujuan untuk mempererat kerja sama ekonomi dan kebudayaan negara-negara Asia dan Afrika, juga untuk melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.

Baca Juga: 13 April Sejarah Dunia: Tentara Salib Kuasai Konstantinopel Hingga Pertempuran An Loc

Sejarah Konferensi Asia Afrika: Latar Belakang dan Tujuan KAA

Dikutip dari laman Direktorat Sekolah Menengah Pertama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, latar belakang diadakannya KAA ini adalah kesamaan nasib negara-negara di Asia dan Afrika setelah Perang Dunia II

Selain itu, KAA juga mendukung perjuangan dan mendorong terwujudnya kemerdekaan untuk negara-negara yang masih di bawah penjajahan usai Perang Dunia II. Negara-negara berkembang pun terdorong untuk membantu meredakan ketegangan dan menciptakan perdamaian dunia.

Usai Perang Dunia II, ketegangan belum selesai karena terjadi persaingan antara Blok Barat yang dimotori oleh Amerika Serikat melawan Blok Timur yang digawangi oleh Uni Soviet. Persaingan ini kemudian dikenal sebagai Perang Dingin (Cold War). Situasi inilah yang kemudian mendorong digelarnya KAA. Gagasan KAA bermula saat Perdana Menteri Indonesia kala itu, Ali Sastroamidjojo, menghadiri pertemuan bersama dengan para pemimpin negara-negara Asia dan Afrika untuk memenuhi undangan dari Perdana Menteri Sri Lanka, Sir John Kotelawala.

Dari sinilah terlontar gagasan untuk mengadakan pertemuan antara negara-negara Asia dan Afrika untuk menciptakan solidaritas serta menjalin persatuan di tengah persaingan dua idealisme besar yakni Blok Barat dan Blok Timur.

Baca Juga: 16 April Sejarah Dunia: Lahirnya Charlie Chaplin Hingga Pembantaian Virginia Tech

Tema Peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA) 2022 di Bandung: Asia-Africa Festival

Sebagai peringatan sejarah hari Konferensi Asia-Afrika (KAA) ke-67, Pemerintah Kota Bandung bekerjasama dengan Museum Konferensi Asia-Afrika (MKAA) menyelenggarakan Asia Africa Festival mulai tanggal 18 April 2022.

“Insyallah kegiatan ini jadi energi positif untuk Museum KAA dan Kota Bandung untuk bangkit dari pandemi,” ucap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Kenny Kaniasari, dikutip dari laman resmi Pemerintah Kota Bandung.

Peringatan Konferensi Asia-Afrika ke-67 tahun 2022 mengusung tema “Pulih Bersama Bangkit Perkasa” atau “Recover Together, Recover Stronger”. Kepala Museum Konferensi Asia-Afrika, Dahlia Kusuma Dewi, memaparkan bahwa tema ini hadir sebagai pengenalan kepada publik tentang peringatan KAA sekaligus komitmen dari Museum KAA dalam mengemban visi untuk melestarikan nilai-nilai KAA.

Nilai-nilai KAA bersumber dari Dasasila Bandung yang merupakan hasil kesepakatan para pemimpin Asia dan Afrika pada 1955 silam di Kota Bandung. tirto

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail
Facebooktwitterredditpinterestlinkedinmail

LEAVE A REPLY