Sekjen Gerindra : Hadapi Bulan Ramadhan dengan Harga Sembako Naik

0
150
Ahmad Muzani.

Jakarta, Nawacita – Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan kepada seluruh masyarakat agar bersabar dalam menghadapi persoalan kenaikan harga-harga bahan pokok. Kesabaran tersebut, untuk menjaga semangat dan keimanan umat Islam dalam menjalankan ibadah puasa.

Diketahui, sejumlah barang-barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan menjelang Bulan Ramadhan. Setelah minyak goreng, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax mengalami kenaikan ke angka Rp 12.500 per liter dari sebelumnya Rp 9.000.

“Ketika kita ingin memasuki bulan ramadhan, masyarakat begitu bergembira. Apalagi, pandemi sudah menurun drastis. Sehingga, berbagai macam penyambutan dilakukan menghadapi bulan yang penuh berkah ini. Otomatis konsumsi masyarakat meningkat,” kata Muzani, dalam keterangan tertulis, Jumat (01/04/2022).

“Namun, kita menghadapi kenyataan bahwa harga-harga sembako naik. Minyak goreng, daging, beras, cabai, gula, terigu, kedelai, sampai bensin dan PPN juga naik,” sambungnya.

Kenaikan harga-harga ini di satu sisi sebagai tanda atau dampak dari bangkitnya geliat ekonomi Indonesia pasca pandemi Covid-19. Tapi di sisi lain, ini juga dampak dari adanya perang antara Rusia-Ukraina.

Muzani menyebut, beban pengeluaran dari kenaikan itu tentu saja berat dan ini dapat mengganggu kekhusuan dalam menjalankan ibadah puasa, karena ekonomi belum sepenuhnya pulih.

“Tapi kami percaya kesabaran kita dalam menghadapi persoalan ini, termasuk ekonomi, tidak akan mengganggu kita dalam menjalankan ibadah puasa,” ucap Muzani.

Meski begitu, ia tetap berharap, pemerintah bisa memberikan intervensi terhadap kenaikan-kenaikan harga bahan pokok. Misalnya dengan melakukan operasi pasar. Termasuk juga, sektor pasar juga harus dipenuhi produk-produk yang dihasilkan dari para petani lokal.

Sumber-sumber makanan yang dihasilkan para petani mulai dari beras, sayur mayur, buah harus bisa menjadi keberkahan bagi makanan kita sehari-hari.

“Caranya dengan tidak mamasukan bahan atau barang impor ke pasar. Sehingga itu menjadi keberkahan bagi kita semua, termasuk peningkatan kesejahteraan para petani,” imbuh Wakil MPR RI itu.

Penulis: Alma Fikhasari

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY