Bupati Penajam Paser Utara Ditetapkan Sebagai Tersangka dalam OTT, Berikut Kronologinya

0
229
Bupati Penajam Paser Utara Ditetapkan Sebagai Tersangka dalam OTT

Jakarta, Nawacita – Komisioner KPK Alexander Marwata menjelaskan kronologi penangkapan operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud.

Alex menjelaskan pada Rabu, 12 Januari 2022, KPK mendapat informasi dari
masyarakat terkait adanya dugaan penerimaan sejumlah uang oleh
Penyelenggara Negara yang diduga telah ada kesepakatan sebelumnya dan diberikan oleh para rekanan yang mengerjakan proyek serta perizinan usaha di Kabupaten Penajam Paser Utara.

Tim selanjutnya bergerak dan berpencar kebeberapa lokasi untuk menindaklanjuti informasi tersebut diantaranya yang berada diwilayah di Jakarta dan Kalimantan Timur.

Sebelumnya, pada Selasa 11 Januari 2022 di bertempat di salah satu cafe di kota Balikpapan dan didaerah sekitar Pelabuhan Semayang, Balikpapan.

Dimana diduga atas perintah AGM melalui NP sebagai salah satu orang kepercayaannya melakukan pengumpulan sejumlah uang. Dari beberapa kontraktor melalui MI, JM, dan staf di Dinas PUPR Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Adapun uang dalam bentuk tunai yang terkumpul sejumlah sekitar Rp950 juta, selanjutnya setelah uang terkumpul, NP kemudian melaporkan kepada AGM bahwa uang siap untuk diserahkan kepada AGM,” kata Alex, dalam konferensi pers di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Kamis (13/01/2022).

Kemudian, AGM lalu memerintahkan NP agar uang dengan jumlah Rp950 juta di
dibawa ke Jakarta. Setibanya di Jakarta, NP dijemput RK dan mendatangi rumah
kediaman AGM diwilayah Jakarta Barat untuk menyerahkan uang yang dibawanya tersebut.

Tidak lama kemudian, AGM mengajak NP dan NAB untuk bersamasama
mengikuti agenda AGM dijakarta, yang setelahnya bersamasama pergi ke salah satu mal di wilayah Jakarta Selatan dengan membawa uang sejumlah Rp950 juta tersebut.

“Atas perintah AGM, NAB kemudian menambahkan uang sejumlah Rp50 juta dari uang ada yang ada direkening bank miliknya. Sehingga uang terkumpul sejumlah Rp1 Miliar dan dimasukkan kedalam tas koper yang sudah disiapkan NAB,” ungkapnya.

Ketika AGM, NP dan NAB berjalan keluar dari lobby mal, Tim KPK seketika itu langsung mengamankan AGM, NP dan NAB dan pihak lainnya beserta uang tunai sejumlah Rp1 Miliar.

Bersamaan dengan itu, Tim KPK juga turut mengamankan beberapa pihak di Jakarta, yaitu MI, WL dan AZ. Sedangkan Tim KPK yang berada diwilayah Kalimantan Timur
mengamankan SP, AD, JM, EH.

“Selain itu ditemukan pula uang yang tersimpan dalam rekening bank milik NAB sejumlah Rp447 juta yang diduga milik Tersangka AGM yang diterima dari para rekanan,” jelas Alex.

Selanjutnya seluruh pihak yang diamankan beserta barang bukti berupa uang tunai sejumlah Rp1 Miliar dan rekening bank dengan saldo Rp447juta serta sejumlah barang belanjaan dibawa ke gedung
Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan dan permintaan keterangan.

Setelah tim KPK melakukan pengumpulan berbagai informasi terkait dugaan tindak pidana korupsi dimaksud, selanjutnya KPK melakukan penyelidikan yang kemudian ditemukan adanya bukti permulaan yang cukup, sehingga KPK meningkatkan status
perkara ini ke tahap penyidikan dengan mengumumkan enam orang sebagai tersangka.

“Sebagai pemberi AZ. Sebagai penerima, AGM, MI, EH, JM dan NAB,” imbuhnya.

Penulis: Alma Fikhasari

Facebooktwitterlinkedininstagramflickrfoursquaremail

LEAVE A REPLY